Rekrutmen Ala Speed Dating

Akhir-akhir ini, konsep speed dating semakin populer di Indonesia. Konsultan hubungan percintaan, lifestyle media, dan bahkan pemilik restoran tak jarang memberikan speed dating service ini. Proses speed dating dimulai dengan mengumpulkan pria dan wanita single di suatu tempat kemudian mereka diberi kesempatan untuk mengobrol.

Tetapi ada aturan dalam mengobrol tersebut. Setiap pria single akan mendapatkan kesempatan untuk mengobrol dengan wanita single, hanya saja waktunya dibatasi sekitar 1-3 menit. Setelah waktu habis, penyelenggara akan membunyikan bell dan itu artinya mereka harus berpindah ke wanita lain pada urutan selanjutnya. Begitu seterusnya hingga si pria bisa mengobrol dengan seluruh wanita peserta speed dating.

Pada sesi terakhir, mereka diminta untuk menuliskan nama-nama peserta yang paling menarik bagi mereka. Jika ada kesesuaian pilihan antara pria single dengan wanita single, maka hubungan mereka bisa berjalan lebih lanjut tergantung dari kemauan peserta.

Memilih karyawan ternyata tidak begitu berbeda dengan memilih pasangan. Dengan konsep yang sama perusahaan dapat menghemat banyak waktu yang biasanya dihabiskan untuk melakukan interview secara tradisional. Speed interviewing ini juga sejalan dengan pemaparan Malcolm Gladwell, dalam bukunya berjudul Blink. Ia mengenalkan sebuah konsep yang dinamakan thin slicing yang artinya, kita mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan data yang kita miliki.

Thin slicing sering kita lakukan sehari-hari, misalnya ketika sedang mengendarai mobil. Untuk bisa menjalankan mobil dengan selamat dan berjalan mulus, kita memanfaatkan banyak input dari kaca spion, pengguna jalan lain dan kondisi jalan untuk bisa menyetir dengan baik. Dan proses itu berjalan sangat cepat bahkan dalam hitungan detik.

Berdasarkan pada penelitian oleh John Gottman, Gladwell menjelaskan bahwa efektvitas thin slicing ini terjadi karena adanya intuisi awal (initial intuition). Alam bawah sadar (unconscious mind) bekerja dengan sangat metodis dan rasional, seperti fungsi sebuah program computer yang dirangkai secara sempurna. Adapun beberapa perusahaan yang cukup berani menerapkan konsep ini antara lain IBM, Abbott Labs, PNC Financial, Travelodge, Texas Instruments, the Salt River Project, dan RBC.

Baca juga: 5 Tren Rekrutmen yang Perlu Anda Ketahui

Menurut John Sullivan dalam tulisannya pada ere.com, speed interviewing memiliki beberapa keuntungan antara lain,

– Perbandingan antar kandidat dengan cepat. Proses interview tradisional yang panjang, kadang kala memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Hal ini membuat pewawancara lupa tentang hal-hal apa saja yang menarik dari kandidat-kandidat sebelumnya.

– Total waktu yang dipergunakan untuk proses rekrutmen juga semakin berkurang, manager punya lebih banyak waktu untuk mengurusi hal lain dan total expense juga bisa dikurangi.

– Memberikan kesempatan untuk mengamati lebih banyak kandidat, karena waktu yang dipergunakan untuk mengevaluasi seorang kandidat hanya berkisar antara 5 – 15 menit.

– Kebanyakan manager tidak menyukai interview tradisional yang banyak memakan waktu. Sebuah report mengungkapkan bahwa manager yang menyelenggarakan speed interview memiliki satisfaction rates yang tinggi.

– Cocok dengan keinginan “next generation” yang ternyata tidak terlalu menyukai interview berjam-jam.

– Kemudahan dalam scheduling .

– Waktu yang lebih pendek untuk mengisi sebuah posisi kosong di perusahaan

– Peluang untuk mengenal orang melalui karakteristik selain pengalaman kerja dan bahasa verbal

Mengacu pada keunggulan-keunggulan tersebut, tidak ada salahnya perusahaan di Indonesia mengaplikasikan hal tersebut untuk menjaring talent.

Baca juga: 10 Tips Rekrutmen untuk Perusahaan Kecil 

 

Tags: ,