Rekrut dari Internal dan Biarkan Karyawan Bekerja dari Rumah

Richard Brandson

Siapa yang tak kenal Richard Branson, pengusaha sukses pendiri Virgin Air. Kehidupannya terlihat menyenangkan, sukses dalam dunia kerja (karir) maupun kehidupan pribadi. Ia berjalan-jalan keliling dunia dengan tetap mengendalikan kerajaan bisnisnya dari rumah mewah dan jajaran hotel yang ia miliki. Dalam sebuah acara Tribeca Film Festival 2016 di New York, yang bertema Imagination Day, ia bercerita, “saya telah mendapatkan keberuntungan”.

Richard Brandson

(Image: twitter.com/richardbranson)

Pernyataan tersebut tidak terelakkan memang. Meskipun demikian, keberuntungan tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Sementara Branson memberikan kredit untuk keberhasilan bisnisnya pada slogan “screw it, lets do it” (kacaukan, dan mari kita kerjakan, red), ia mengaku bahwa ketakutan terbesar dalam hidupnya adalah “berkata tidak terhadap suatu hal”.

Sebagian orang berani mengambil risiko. Namun, yang membuat seorang Branson sukses adalah keberaniannya untuk menyoba segala hal. Dan kenyataannya, percobaan tersebut bisa sukses seperti Virgin Atlantic dan Virgin Records, bisa juga gagal seperti Virgin Cola. Kedua insiden tersebut dibedah oleh pengusaha sukses tersebut sebagai bahan pembelajaran dan menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

Baca juga: 10 Kata Bijak CEO Virgin dalam Mentikapi Peluang

Branson menambahkan bahwa bagi dirinya, bisnis adalah sebuah kegiatan untuk membuat kehidupan diri sendiri dan orang lain menjadi lebih baik. Ide dari sebuah bisnis, kadang kala muncul dari rasa frustasi diri sendiri ketika ia harus direpotkan dengan situasi tertentu. Dalam kesempatan tersebut, Branson memaparkan beberapa rahasia keberuntungannya, agar para pengusaha pemula dapat belajar dan menjadi sukses seperti dirinya.

1. Travel (bepergian)

Terutama bagi entrepreneur muda, hal ini sangat penting. Jadikan travelling ini sebagai kebiasaan baik. “Lihatlah apa yang terjadi di Perancis, apa yang terjadi di Inggris, atau China”, ungkap Branson. Pengalaman tersebut akan memberikan pencerahan baru tentang bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah. Saat ini, mungkin saja Anda merasa memiliki ide yang sangat cemerlang, tetapi bisa saja di luar sana masih ada ide yang lebih hebat dari ide Anda.

2. Buat Catatan

Jika Steve Jobs terkenal dengan kepemimpinannya yakni memanipulasi kelemahan, Branson melakukan pendekatan yang berbeda. Ia justru selalu memuji dan jarang memberikan kritik untuk mengeluarkan potensi dari anak buahnya. Dengan strategi tersebut, konsekuensi logisnya adalah ia harus lebih sering mendengar daripada berbicara.

Lebih spesifik dari pernyataannya tersebut, Branson mengacu kepada kebiasaan membuat catatan setiap kali berdiskusi dengan orang lain. “Bagaimana bisa mengingat apa kata mereka jika kita tidak mencatatnya,” ujar Branson.

Baca juga: Mark Zuckerberg Pemimpin Ideal Generasi Milenial

3. Merekrut karyawan internal

Sebagai seorang CEO, ada beberapa keuntungan yang tidak terelakkan jika ia merekrut orang dari luar. Setidaknya, ia akan mendapatkan kandidat dengan pengalaman dan perspektif yang baru di luar situasi perusahaan.

Mesipun demikian, sebisa mungkin Branson tetap menghindari hal tersebut. “Kita tidak sering mengambil dari luar,” ungkap Branson. Ketika kita merekrut dari dalam, memang ada beberapa kriteria yang tidak terpenuhi. Tapi setidaknya, kita tidak akan dilihat dengan tatapan nanar oleh para karyawan. Intinya, semua orang akan bahagia ketika perusahaan memutuskan untuk merekrut dari dalam. Itu artinya, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk dipromosikan.

4. Membiarkan karyawan bekerja dari rumah

Ketika Yahoo mulai menghentikan praktek teleworking pada tahun 2013, dampak langsungnya adalah bertambahnya jumlah pekerja yang berangkat ke kantor. Kebijakan tersebut disebut sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas. Lepas dari perdebatan tentang benefit dari strategi ini, Branson mendeklarasikan bahwa ia berada di sisi berlawanan dengan kebijakan tersebut.

Sejak tahun 2014, Virgin Group mengadopsi sistem unlimited leave atau tidak ada batasan jumlah hari cuti. Implementasinya, Virgin membebaskan karyawannya untuk bekerja dari manapun. Fleksibilitas adalah nomor satu. Hal ini penting terutama bagi orang tua baru.

Branson sendiri, sejak awal merintis karirnya, selalu berpegang pada prinsip fleksibilitas waktu kerja. Ia bekerja dari rumahnya dan kerapkali anaknya merangkak-rangkak di kakinya ketika ia menyelesaikan pekerjaanya. Begitu juga ia ingin karyawannya merasakan hal yang sama. (*)