Pro-Kontra Metode Evaluasi Terbaik 3

KUBU PSIKOTES
PT. Cakra Bhasa

PT. Cakra Bhasa bergerak dalam bidang pekerjaan bawah air. Hal ini sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh si pendiri. “Cakra Bhasa itu didirikan memang berdasarkan pada keahlian yang saya miliki yaitu pekerjaan bawah air. Pengalaman saya di militer dan waktu bekerja dengan pihak asing,” jelasnya. “Saya punya asumsi kalau kita membuka usaha yang pemilikinya menguasai bidang itu akan lebih lancar jalannya,” tambahnya.

Bidang pekerjaan bawah air itu banyak macamnya, misalnya untuk penyelamatan (salvage) misalnya menolong kapal yang tenggelam, dibajak atau terbakar. Klien cakra bhasa sendiri sudah menyebar di dunia seperti Eropa, Asia, Afrika dan kadang ada juga dari Amerika. “Tapi kebanyakan dari Yunani dan Inggris,” jelasnya lagi. Selain itu perusahaan ini juga telah memiliki izin untuk melakukan peledakan batu karang, misalnya untuk membuka jalur baru. Melihat bidang yang dikuasai, karyawan Cakra Bhasa terbagi dua, yang berada di kantor dan yang bekerja di lapangan. Di lapangan juga terbagi dua, yang di darat seperti mekanik dan yang di bawah air seperti penyelam.

Untuk perekrutan karyawan di kantor itu, menurut Sukarya, Presiden direktur Cakra Bhasa, sama seperti standar pada umumnya. “Kita menggunakan tes psikotes dan interview. Sedangkan untuk karyawan yang ada di lapangan, karena kita sudah memiliki Iso 9001-2000. jadi kita sudah memiliki standar yang di tentukan Iso untuk perekrutan karyawan,” ujarnya. “Seperti contohnya penyelam, pendidikan minimal harus lulusan SMA, tetapi harus memiliki sertifikat dari perhubungan laut. Di situ sudah termasuk semua klasifikasi yang ada. Karena untuk penyelam, keahlian yang diperlukan bukan hanya diving saja, itu hanya dasarnya saja, tapi misalnya harus bisa mengelas, memotret bawah air atau melakukan peledakan juga. Hal ini harus terpisah, setiap diver harus memiliki salah satu keahlian tersebut,” terangnya.

Tes psikotes yang dilakukan di Cakra Bhasa lebih bertujuan untuk melihat tingkat intelegensi mereka. “Kami berpegang pada kecerdasan mereka. Pada interview, kita akan dapat melihat perilaku, latar belakang mereka mulai dari keluarga hingga apakah mereka pernah memiliki kasus dalam hidupnya,” terangnya. Hal ini dikarenakan bidang Cakra sendiri lebih pada pekerjaan lapangan yang juga lebih mengutamakan kemampuan untuk cepat mengambil tindakan namun harus tepat.

Untuk proyek yang kecil dan jangka lama, diakui Sukarya, Cakra bisa mendidik pekerja baru, sedangkan untuk proyek besar dan penting Cakra lebih mengutamakan pekerja yang sudah siap pakai. Hal yang juga tidak kalah penting di Cakra adalah kesehatan. “Kesehatan di sini harus dalam kondisi yang benar-benar prima. Mereka akan di tes dalam suatu ruangan yang memiliki tekanan seperti ketika di dalam air. Melalui tes ini, kita dapat melihat apakah mata dan pendengaran mereka cukup baik atau tidak,” jelasnya. “Semua itu akan terlihat karena kondisi dalam ruangan tersebut sama dengan kondisi mereka sedang menyelam dalam kedalaman tertentu. Kadang telinga sudah di periksa dan hasilnya bagus, tapi ketika di tes di ruangan tersebut, hasilnya kurang baik, maka dia akan gagal,” terangnya lagi. Tapi untuk karyawan kantor atau manajemennya tetap harus menjalani tes psikotes untuk mengukur tingkat intelegensi mereka. Bahkan jika datanya kurang jelas pun Cakra seringkali melakukan penelusuran terhadap cv mereka. Dan bagi semua karyawan, Cakra mengharuskan mereka bisa berbahasa Inggris.

Adanya Iso itu sendiri sangat membantu Cakra dalam pembentukan sistem. “Jadi semua aspek telah tersusun sehingga kita jarang mengalami adanya missed dalam perekrutan karyawan,” jelas Sukarya. Dalam proses perekrutan karyawan, Cakra tidak menggunakan konsultan. “Kita tidak menggunakan konsultan karena pekerjaan di Cakra tidak sama seperti pada perusahaan lainnya. Sehingga saya kira perekrutan bisa dilakukan oleh pihak Cakra sendiri yang memang lebih mengetahui bentuk pekerjaan yang ada,” tegasnya.