Pro Kontra Merekrut Karyawan Perokok

Sebelum Anda merekrut seorang karyawan perokok, ini adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui.

Menurut pengacara Fischer & Phillips, Kytie Frye, biaya kesehatan seorang karyawan yang merokok lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Hal ini membuat perusahaan asuransi harus meningkatkan premi asuransi terhadap mereka sebesar 50% dibandingkan mereka yang tidak merokok. Frye mengemukakan hal ini berdasarkan Patient Protection and Affordable Health Care Act atau yang lebih dikenal dengan Obamacare.

Seperti yang kita ketahui, bahwa tidak terdapat bukti yang dapat menyangkal bahwa merokok dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas. Termasuk di dalamnya para karyawan. Frye kemudian menunjukkan beberapa temuannya berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan:

Baca juga: Survei: 74,6% Karyawan Merokok di Jam Kerja

– Diketahui bahwa karyawan yang merokok akan meninggalkan hari kerja sebanyak 6.16 hari pertahunnya, sedangkan mereka yang tidak merokok hanya sebesar 3.86 hari.

– Mereka yang merokok memiliki waktu break untuk merokok 4 x 10 menit setiap harinya dan satu setengah bulan per tahunnya dibandingkan mereka yang tidak merokok

– Untuk setiap karyawan yang merokok, perusahaan harus menambah biaya sebesar 3.391 dollar Amerika pertahunnya, termasuk di dalamnya biaya kehilangan produktivitas sebesar 1.760 dollar Amerika dan sebesar 1.623 dollar Amerika untuk biaya medis

– Dalam setahun, mereka yang merokok mengunjungi rumah sakit lebih banyak dibanding mereka yang tidak merokok dan melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan enam kali lebih sering dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Kesamaan Kesempatan untuk Semua Orang

Akan tetapi, apabila kita mengacu pada Equal Employment Opportunity (EEO), maka kita tidak boleh mendiskriminasikan karyawan perokok. Sebanyak 29 negara bagian di Amerika saat ini sudah memiliki hukum yang memasukkan perokok ke dalam kondisi yang dilindungi. Artinya, apabila kita menolak merekrut mereka yang perokok, maka hal ini sama dengan menolak mereka yang memiliki kolesterol tinggi atau diabetes. Hal ini kemudian akan mengarahkan pada diskriminasi. Selain itu, apakah Anda benar-benar yakin ingin kehilangan karyawan hebat Anda hanya karena mereka merokok? Well, itu semua pilihan Anda.

Baca juga: Kejujuran, Kunci Talent Engagement di Industri Rokok

Tags: ,