Perusahaan Perlu Talent yang Mampu Berkolaborasi

personality

Bermodalkan hardskill saja rupanya tidak cukup bagi para lulusan pendidikan tinggi untuk mencari kerja. Keterampilan apa yang diperlukan?

Kekaguman sering kita berikan kepada teman-teman yang mendapatkan nilai bagus dan juara di sekolah. Namun, kekaguman tersebut berubah menjadi keheranan ketika orang-orang tersebut sulit mencari kerja setelah lulus dari perguruan tinggi. Selain kesulitan dala mencari kerja, tak jarang kita menemui kasus di mana orang-orang tidak bisa menikmati apa yang ia kerjakan.

Dunia kerja ternyata tidak hanya memerlukan keterampilan yang sifatnya hard skill, tetapi juga soft skill dan personality. Perpaduan dari tiga hal tersebut digadang menjadi penentu keberhasilan seseorang dalam bekerja. Namun, tentunya kita bertanya-tanya, softskill dan kepribadian seperti apa yang mampu mendukung kita dalam karir? LinkedIn melakukan survei terhadap 1.400 manajer perekrutan dari perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam daftar Fortune 500, untuk mengetahui softskill dan personality seperti apa yang dibutuhkan perekrut. Berikut adalah rangkuman dari hasil survey tersebut yang dapat kita jadikan rujukan untuk mengembangkan softskill sehingga dapat mendukung karir.

Soft Skills

Softskill adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intra-personal skills). Berbeda dengan hard skill yang menghasilkan hasil yang sifatnya visibel dan immediate, soft skill ini di luar kemampuan teknis dan akademis serta lebih menonjolkan kepiawaian mengelola diri sendiri dan orang lain. Riset dari LinkedIn menghasilkan kesimpulan bahwa soft skill yang diperlukan oleh perusahaan adalah “kemampuan mencari solusi ketika masalah muncul” dan juga “kemampuan mempelajari hal baru dengan cepat”. Kedua kemampuan tersebut menempati puncak poling dalam hasil riset. Softskill yang diperlukan lainnya terangkum dalam grafik di bawah ini:

softskill

Kepribadian (Personality)

Sebanyak 55% dari responden yang merupakan manager rekrutmen mengatakan bahwa untuk mendukung karir, kepribadian terpenting yang harus dimiliki oleh seorang talen adalah “dapat berkolaborasi dengan anggota dalam tim”. Kepribadian unggulan kedua jatuh pada “kemampuan seseorang untuk mengembangkan diri sewaktu-waktu”. Selanjutnya, kepribadian lain yang diinginkan perekrut adalah kemampuan untuk bersikap positif dan optimis, juga mempunyai antusiasme yang bagus. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah grafik dari hasil riset yang dilakukan oleh linkedin:

personality

Tentunya, setiap pekerjaan memerlukan soft skill dan personality yang berbeda-beda. Misalnya saja untuk tenaga penjualan. Orang yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu berkomunikasi verbal dengan baik, antusias dan mampu bekerja baik sendirian maupun dalam tim. Hasil riset tersebut adalah kemampuan-kemampuan baik softskill maupun kepribadian yang secara umum diinginkan oleh perekrut untuk pekerjaan apapun.

Tags: , , , , ,