Peran Assessment Center Dalam Menyiapkan & Mengembangkan Pimpinan yang Handal

Kebutuhan setiap perusahaan untuk menjaring dan menyiapkan orang-orang yang competent dan qualified dalam menduduki suatu jabatan tertentu sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dan kendala yang ada di lapangan, pada akhirnya mendorong manajemen setiap perusahaan untuk mencari dan mengembangkan suatu metoda pengukuran yang lebih obyektif dan lebih mendasarkan pada aspek perilaku yang tampil pada saat seseorang dihadapkan pada situasi tertentu.

Sejauh ini, Assessment Center sebagai salah adalah suatu metoda tampak cukup mampu membantu manajemen untuk dapat mengidentifikasi dan menjaring pegawai yang dinilai memiliki potensi dari sisi manajerial (managerial skill) guna menduduki suatu jabatan tertentu di kemudian hari (future responsibility). Setidaknya, melalui program Assessment Center, setiap kandidat diberikan berbagai simulasi tingkah laku (behavioral simulation) untuk kemudian diobservasi dan dievaluasi oleh beberapa assessor. Dalam hal ini, manajemen bisa melakukan upaya job matching, karena selain diberikan simulasi yang jenisnya multiple exercise dan proses penilaian yang sifatnya multiple assessor, karakteritik utama lainnya dari Assessment Center adalah mengacu pada spesific job target. Oleh karenanya, sebagai suatu metoda, Assessment Center memiliki akurasi dan tingkat obyektivitas yang tergolong cukup tinggi.

Assessment Center selain bertujuan untuk memilih calon-calon pimpinan yang handal dan siap menghadapi tugas-tugas kedepan nanti, juga dapat digunakan untuk mengidentifi kasi kebutuhan pengembangan yang perlu diberikan pada setiap karyawan agar lebih siap menghadapi tugas-tugas yang akan diberikan di kemudian hari. Dalam hal ini, hasil Assessment Center dapat dimanfaatkan untuk Training Need Analysis, yang pada tahap selanjutnya dapat membantu manajemen untuk memilih dan menetapkan program-program pengembangan tertentu.

Program pengembangan kemampuan manajerial yang didasarkan pada hasil Assessment Center atau disebut sebagai Post Assessment Center, tentunya dapat dilakukan secara lebih sistematik. Dengan mendasarkan pada profile strength dan weakness yang diperoleh setiap peserta Assessment Center, tentunya dapat disusun dan disiapkan modul-modul pengembangan yang lebih spesifik, dan dalam hal ini yang menjadi sasaran utamanya tentunya lebih pada upaya peningkatan dan pengembangan kompetensi karyawan yang terklasifikasi weakness pada suatu aspek tertentu, seperti leadership, decision making dan lain sebagainya.

Aspek yang menjadi critical point untuk melihat keberhasilan suatu program pengembangan adalah adanya kesediaan dan kesiapan karyawan untuk selalu mau berkembang, dan hal ini dapat terjadi bila setiap peserta program pengembangan tersebut menerima dan memahami aspek-aspek yang dinilai kurang pada dirinya. Melalui pengembangan-pengembangan yang sifatnya lebih spesifik, diharapkan setiap karyawan akan menjadi lebih terfokus dalam menyerap dan mengimplementasikan berbagai hal yang diperolehnya selama kegiatan pengembangan tersebut.

Dengan menyiapkan strategi pengembangan yang mendasarkan pada hasil Assessment Center, diharapkan akan banyak membantu manajemen dalam menyiapkan kader-kader pimpinan yang lebih handal dan terampil, yang pada akhirnya akan mampu pula meningkatkan unjuk kerja perusahaan secara lebih signifikan.

Sumber: Majalah Human Capital No. 31 | Oktober 2006