Penting! Cek Latar Belakang Resume Kandidat

resume

Pertanyaan simpel berikut ini, penting diajukan oleh para rekruter. Apakah latar belakang dalam resume kandidat yang digadang-gadang mau diterima sebagai karyawan baru sudah akurat?

Bukannya menakut-nakuti, ini adalah hasil survey yang dilakukan oleh First Advantage baru-baru ini. Bahwa sebanyak 23% kandidat yang menjadi partisipan survey, mengakui bahwa mereka melebih-lebihkan kebenaran yang ada dalam resume mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka dambakan.

resume

(Sumer image: hrmasia.com, diolah)

Baca juga: 10 Kebohongan dalam Resume

Menariknya, sebanyak 21% pekerja di Asia melakukan hal tersebut. Sedangkan pekerja di Inggris yang mengakui hal tersebut ternyata lebih banyak, 23%. Bahkan pekerja di Amerika, sebanyak 46% pekerja yang menjadi partisipan survey mengakui bahwa mereka melebih-lebihkan diri mereka dalam resume.

Hasil survey ini kemudian menunjukkan betapa pentingnya melakukan screening terhadap latar belakang para kandidat. Sebanyak 82% partisipan survey menyetujui hal tersebut. Ketika ditanya mengenai apa keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dengan melakukan screening terhadap latar belakang kandidat jawabannya adalah:

1) Meningkatkan kredibilitas perusahaan (44%)

2) Meningkatkan rasa percaya antar kolega (44%)

3) Meningkatkan rasa percaya antar perusahaan (46%)

4) Merasa lebih aman saat bekerja (42%)

5) Mengurangi perasaan tidak aman (28%)

Menurut Michael Pilnick, selaku Executive Vice President of Human Resource di First Advantage, sudah banyak orang yang tahu bahwa melakukan pengecekan latar belakang memegang peranan penting dalam melindungi perusahaan. “Namun yang tidak kita ketahui adalah bagaimana dukungan masyarakat mengenai pengecekan latar belakang. Kita harus mendorong masyarakat untuk melihat betapa pentingnya pengecekan latar belakang bagi keamanan dan kredibilitas lingkungan bisnis,” ungkap Pilnick.

Baca juga: Tiga Kesalahan Menulis Resume

Jika ditanya perusahaan di mana saja yang melakukan pengecekan latar belakang kandidat, perusahaan di Inggris (82%), Amerika (61%) dan Asia (49%) ternyata sudah melakukan hal tersebut, meskipun belum semuanya.

Ketika ditanya hal apa yang dikhawatirkan oleh para kandidat, para kandidat menjawab:

1) Wawancara kerja

2) Hari pertama kerja

3) Negosiasi gaji

4) Memperbaharui resume

5) Pengecekan latar belakang resume

6) Tes narkoba

Enam hal tersebut merupakan urutan hal yang dikhawatirkan oleh para kandidat. Terlihat bahwa pengecekan latar belakang dalam resume menempati peringkat kelima. Hal ini menunjukkan bahwa kandidat belum menyadari bahwa kejujuran dalam penyusunan resume sangat dibutuhkan. Mendapatkan pekerjaan yang diharapkan memang keinginan semua orang, namun bukan berarti segala cara dapat dipergunakan untuk mendapatkannya. (*)