Minat Bekerja di Amazon, Bersiaplah dengan Rekrutmen yang Rumit

Proses rekrutmen di Amazon, perusahaan e-commerce ternama dunia, memang terkenal rumit. Hal ini tak lepas dari keyakinan perusahaan bahwa setiap karyawan di Amazon berkewajiban untuk meningkatkan  level produktivitas dalam sebuah tim. Hal ini ke depannya dinilai akan mampu meningkatkan standar perusahaan dari waktu ke waktu.

Pertanyaan yang dilontarkan kepada kandidat saat interview pun bukan main-main. Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin tak terpikirkan oleh kandidat tetapi tetap harus dijawab dengan sungguh-sungguh. Misalnya saja, “Anda adalah karyawan Amazon, lalu Samsung menawarkan 10,000 unit Samsung Galaxy S3s dengan diskon 34%. Apakah menurut Anda itu adalah sebuah penawaran yang bagus?” untuk pertanyaan tersebut, kemudian penanya melanjutkan, “Bagaimana Anda akan memecahkan kasus tersebut jika Anda berasal dari Planet Mars?”

Baca juga: Merekrut dengan Bar Raiser ala Amazon

Sulitnya proses seleksi yang harus dihadapi kandidat ini konon berangkat dari filosofi yang dibangun pendiri sekaligus CEO Jeff Bezos di awal pendirian Amazon, yang mengatakan, “lebih baik saya mewawancara 50 orang dan tidak merekrut satupun daripada merekrut orang yang salah”.

Strategi Amazon adalah melibatkan karyawan-karyawannya, tak hanya departemen HRD, untuk menyortir kandidat-kandidat pegawai Amazon. Inilah yang disebut sebagai karyawan sebagai “bar raiser”. Dengan konsep tersebut, karyawan tetap dari Amazon berkewajiban menyisihkan 20-30 jam per minggu untuk menyeleksi calon karyawan, selain mengerjakan tugas pokoknya.

Selain karyawan gudang, setiap karyawan baru harus melewati 5 orang bar raisers yang akan menyeleksi mereka masing-masing selama 2-3 jam. Hebatnya lagi, setiap penyeleksi memiliki hak veto untuk menerima atau menolak pelamar. Sehingga apabila seorang bar raiser mengatakan “tidak” terhadap seorang pelamar, yang lain pun harus rela melepaskan kandidat tersebut.

Manfaat penerapan bar raiser tersebut menurut Amazon, seperti dikutip dari businessinsider.com adalah memastikan bahwa recruitment manager mampu merekrut orang yang tepat yang sesuai dengan nilai dan budaya perusahaan. Selain itu, karena seleksi dilakukan oleh departemen lain, maka proses rekrutmen akan terhindar dari tekanan waktu “mepet” akan kebutuhan karyawan.

Seperti dicantumkan dalam “surat untuk pemegang saham (shareholders)” pada 1998, Bezos menegaskan, “Bekerja untuk menciptakan sejarah itu bukan hal yang mudah. Kita harus menemukan orang yang tepat pada posisi yang tepat…. Menetapkan standar yang tinggi untuk calon karyawan, telah menjadi dan akan terus menjadi bagian penting dari kesuksesan Amazon”.

Baca juga: Peraturan Unik CEO Amazon saat meeting 

Tags: ,