Menunjang Pengembangan SDM di Indonesia Seputar Assessment Center

Sejak lebih dari 60 tahun, metode assessment center telah digunakan sebagai tools dalam memilih kandidat terbaik untuk sebuah jabatan. Pada Perang Dunia (PD) II yang berkobar di sekitar tahun 40-an, metode assessment center mulai digunakan di dinas ketentaraan Amerika Serikat untuk memilih dan mengembangkan perwira-perwira yang akan diterjunkan ke medan perang. Paska PD II, metode ini juga digunakan untuk memilih perwira The Office of Strategic Services (OSS) yang merupakan cikal bakal dari Central Intelligence Agency (CIA). Hingga kini, metode Assessment center masih dipakai untuk memilih pejabat tinggi CIA.

Melihat efektifitas penggunaan di dunia militer, metode Assessment Center lalu berkembang dan digunakan oleh kalangan bisnis. American Telephone and Telegraph (AT&T) menjadi pelopor penggunaan assessment center untuk menjawab tantangan bisnis terhadap kebutuhan sumber daya manusia di masa itu. Langkah tersebut diikuti oleh Standard Oil, IBM, Sears, GE, JC Penney sehingga metode assessment center menjadi populer. Di Indonesia perusahaan pertama yang mengadopsi metode ini adalah Telkom yang sejak tahun 1992 secara konsisten menggunakannya untuk berbagai keperluan fungsi SDM. Kini, metode assessment center telah marak digunakan oleh perusahaan dari berbagai industri untuk menjawab kebutuhan seleksi, promosi hingga suksesi.

Penggunaan metode ini sudah meluas secara global dan secara rutin para praktisi dan akademisi yang menggeluti metode ini bertemu dalam event International Congress on Assessment Center Method yang sudah ke-32 kalinya diselenggarakan. Pada 26-28 September 2006 yang akan datang di London akan diselenggarakan kongres internasional yang ke-33. Di beberapa kesempatan, perwakilan dari Indonesia, di antaranya Vina G. Pendit dari DDI menjadi pembicara dalam kongres internasional tersebut membawakan topik The Plan to Develop An Indonesia Guidelines for Assessment Center Implementation dan topik Does it Work in Asia? Indonesia’s Experience in Implementing the Assessment Center Method.

Beberapa perkembangan yang diperoleh dari International Congress on Assessment Center Method menggugah beberapa praktisi metode assesssment center menghimpun gagasan-gagasan dan mengembangkan metode ini dengan membentuk Gugus Tugas (Task Force) yang tujuan awalnya adalah untuk menyusun Etika Pelaksanaan Assessment Center Indonesia yang telah diluncurkan pada 12 Oktober 2004 di Jakarta. Kelanjutan dari langkah ini adalah diselenggarakannya Kongres Nasional Assessment Center ke-1 di Bandung pada 23-225 Agustus 2005. Kongres yang dimotori oleh Telkom, BNI, Posindo, DDI, GAIA dan BPI, diikuti oleh lebih dari 750 orang peserta yang terdiri dari praktisi, penyedia, akade misi dan pemerhati metode Assessment Center di Indonesia.

Gagasan untuk terus mengembangkan metode ini mendorong beberapa orang profesional untuk membentuk Perkumpulan Assessment Center Indonesia (PASTI). Perkumpulan ini beranggotakan para profesional yang peduli terhadap topik assessment center di Indonesia. PASTI secara resmi didirikan tanggal 10 Februari 2006 di Bandung. Perkumpulan ini memiliki tugas dan program kerja, antara lain: menyelenggarakan Kongres Nasional Assessment Center, mengembangkan dan mensosialisasikan Etika Pelaksanaan Assessment Center Indonesia, mengakreditasi lembaga dan perorangan yang melakukan pelatihan Assessment Center, menyebarluaskan informasi dan perkembangan seputar Assessment Center melalui media massa dan media lainnya, mendorong diadakannya penelitian Assessment Center guna memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi pengguna, melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara Assessment Cente serta lembaga terkait baik di tingkat nasional maupun di luar negeri, melakukan kerjasama dengan pemerintah dan lembaga regulator lainnya melakukan kegiatan lain yang sah untuk keperluan Perkumpulan.

Perkumpulan Assessment Center ini akan menyelenggarakan Kongres Nasional Assessment Center ke-2 pada bulan Juli atau Agustus 2007 sebagai sarana tukar menukar informasi dan gagasan dalam mengembangkan metode Assessment Center ini secara nasional. Dalam kongres nanti diharapkan akan muncul gagasan-gagasan baru serta penelitianpenelitian yang terkait dengan metode ini. Dalam beberapa milist baru-baru ini berkembang diskusi hangat tentang apakah metode Assessment Center cocok untuk Indonesia , Mudah-mudahan dengan sarana kongres nasional yang rencananya diselenggarakan secara periodik 2 tahun sekali akan menjadi ajang diskusi dan peningkatan wawasan yang berguna bagi pengembangan Assessment Center di Indonesia. Sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi tentang metode Assessment Center di Indonesia, PASTI bekerjasama dengan majalah Human Capital, menyediakan rubrik yang membahas topik-topik seputar metode Assessment.

Sumber: Majalah Human Capital No. 29 | Agustus 2006