Menjaring Talent Lewat Blog

Saat ini, hampir setiap orang yang mengerti penggunaan teknologi maupun computer pasti mengenal blog. Terlebih lagi bagi pengguna internet yang termasuk dalam kalangan blogger.

Sejak pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com yang dimiliki oleh PyraLab-sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google.com pada akhir tahun 2002, media blog sebenarnya memiliki banyak fungsi. Dari mulai catatan harian dan ajang curhat, media publikasi dalam kampanye politik, sampai program-program media yang dijalankan perusahaan. Karena blog sendiri merupakan singkatan dari “web log”, yaitu bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan pada sebuah halaman web umum.

Saat ini, menjamurnya blogger dikalangan pengguna internet tampaknya semakin mewabah. Terutama bagi kalangan generation X yang akrab dengan hal-hal berbau teknologi. Melihat kecenderungan di kalangan pekerja generasi muda yang akrab dengan berbagai aplikasi di dunia maya seperti blog, kemudian timbul terobosan baru dalam tren rekrutmen dewasa ini.

Di beberapa perusahaan besar seperti halnya Microsoft, penggunaan blog yang ditujukan untuk merekrut karyawan atau dikenal dengan recruitment blog sudah dilakukan. Di Amerika Serikat sebagai salah satu kiblat teknologi di dunia, beberapa perusahaan teknologi memperkenalkan corporate recruitment blog sebagai bagian dari internet culture dan sebagai alat tambahan dalam employers staffing strategies.

Dengan pola interaktif yang dimiliki recruitment blog, corporate HR department dapat mencari kandidat dan meng-hire karyawan. Selain itu, para pencari kerja diharapkan dapat memperoleh keterangan yang detail dan akurat mengenai profil serta budaya di perusahaan.

Priya Priyadarshini, international recruiter yang pernah bekerja di salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Amerika Serikat dalam SHRM pernah mengatakan bahwa blog merupakan cara hebat untuk berhubungan dengan audiens. Karena melalui blog kita dapat membangun komunitas dan menunjukkan bahwa kita peduli. Ia juga menambahkan bahwa recruitment blog memberikan suatu ‘element of humanity” dalam proses perekrutan dan menemukan orang terbaik yang cocok dalam tiap pekerjaan. Selanjutnya Priya menyebut bahwa recruitment blog menawarkan jalan bagi employer untuk meningkatkan “brand visibility and credibility” dari perusahaan tersebut. Bila akhirnya potential job candidates nantinya tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut setelah melihat blog dari perusahaan yang bersangkutan, mereka dapat menghubungi blogger yang akan memulai proses rekrutmen dan interview.

TMP Worldwide, salah satu recruitment agency yang berbasis di New York melalui Dived Kippen, vice president of global brand strategy, kala itu mengatakan bahwa trial dan error masih harus dilakukan. Namun demikian, untuk banyak perusahaan hal itu merupakan cara untuk menyediakan pengalaman yang lebih kaya ketimbang cara rekrutmen tradisional.

Sementara itu dari dalam negeri, Savitri Prabawa mengungkapkan pendapatnya. Menurut senior consultant dan Manager di Consult Group, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang headhunter, mencari calon karyawan yang berkualitas dan sesuai keinginan perusahaan melalui recruitment blog tidaklah mudah.

“Bagi pencari kerja, untuk job seekers itu pasti lumayan efektif lah untuk mencari-cari lewat internet, lewat rekrutmen blog seperti itu. Cuma yang saya lihat, mungkin kelemahannya adalah bagi company sendiri apakah mereka bisa yakin yang masuk kesana itu adalah orang-orang yang mereka cari”, terangnya saat dijumpai HC beberapa waktu lalu.

Wanita kelahiran Palembang, 18 November 1971 ini juga mengamati bahwa untuk sekedar mendapatkan kandidat dalam jumlah yang banyak, recruitment blog sebenarnya bisa jadi sarana yang efektif karena internet memiliki jangkauan yang sangat luas. “Semua orang sekarang ini sudah website based. Hampir semua orang untuk akses internet bisa dilakukan dengan mudah. Jadi disitu kalau saya lihat dari semakin banyaknya pengguna internet, blog itu sebetulnya lebih efektif”, katanya beralasan.

Dengan banyaknya applicant yang masuk lewat blog tentunya akan banyak pula kandidat yang terjaring. Oleh karena itu proses seleksi yang dilakukan perusahaan harus lebih ketat. “Memang sih, mungkin untuk dapat CV banyak bisa ya. Tapi kembali lagi si rekrutmen manajer dari company tersebut harus benar-benar memilih dan memilah atau menyeleksi lagi, seprti apa sih yang mereka mau”, Savitri menjelaskan.

Keuntungan lainnya adalah biaya pembuatan blog yang relative lebih murah ketimbang memasang iklan. “Mungkin lebih murah daripada pasang iklan di koran. Jangkauannya juga lebih luas. Kalau kita pasang iklan di koran berapa puluh juta untuk berapa kolom kecil. Bila pakai kolom besar, satu halaman, setengah halaman, itu kan akan lebih banyak lagi. Dan apakah semua orang membaca koran tersebut?”, Savitri balik bertanya.

Walau dia melihat ada keuntungan-keuntungan yang mungkin didapatkan dengan menggunakan recruitment blog, namun ia mengakui untuk perusahaan seperti Consult Group yang bergerak dibidang executive search, penggunaan recruitment blog bukan cara yang terbaik. “Apakah untuk level senior seperti director, senior manager, GM, efektif untuk menggunakan blog? Saya rasa mungkin belum. Untuk level junior to medium level, misalnya untuk staff, officer, kemudian entry level manager mungkin masih oke, tapi kalau untuk level senior manajer keatas saya rasa tidak efektif menggunkaan blog sperti itu”, tegasnya.

“Karena untuk orang yang bagus, atau istilahnya orang yang memang dicari, biasanya kan mereka tidak akses atau iseng-iseng membrowsing itu ke situ. Tetapi mereka di headhunt sama orang. Karena untuk posisi seperti director kan sedikit ya. Kalau posisi manager mungkin bisa ratusan orang, tapi kalau posisi director mungkin cuma puluhan orang. Jadi kembali lagi ke proses penyaringannya.”

Lebih lanjut, Savitri melihat bahwa recruitment blog cukup layak untuk dilirik perusahaan besar sebagai salah satu alat untuk merekrut karyawan. “Saya nggak bilang apakah itu cukup menjanjikan apa nggak, tetapi yang penting ini cukup layak untuk dilirik.” (adt)