Mengintip Survey Talent War di Kalangan Tech Worker

pekerja ti

ADA TEMUAN menarik dari IT Professional Perspectives Survey yang belum lama dirampungkan oleh salah satu perusahaan jasa yang bergerak di bidang IT. Survei kuartalan perusahaan TEKsystems, bertajuk IT Professional Perspectives, melalui report John Zappe di ere.net, melibatkan 2.424 pekerja IT tentang bagaimana mereka mencari pekerjaan.

Pertama, ketika seorang pekerja teknologi mulai mempertimbangkan pekerjaan baru, mereka melihat stock of skills-nya, tujuan, dan kepentingannya. Baru kemudian, 96% dari mereka mengatakan siap mencari pekerjaan.

Job boards adalah cara tercepat untuk profesional TI mendapatkan pekerjaan,” kata TEKsystems Director, Rachel Russell, seraya menambahkan, “Sayangnya mengingat bahwa job boards juga dilihat oleh begitu banyak orang, menjadikan tempat tersebut menjadi sulit untuk bisa menonjol.”

Menyadari bahwa sekali seorang pencari kerja berteknologi menemukan peluang yang menarik, langkah berikutnya, 72% dari mereka akan masuk melalui jaringan profesional. Pada titik tertentu, banyak orang akan bekerja dengan recruiter. Menurut survei, 59% mengatakan recruiter adalah sumber daya utama; 54% mengatakan dari rekan; 53% mengatakan teman, dan, 46% bergantung pada jaringan mereka.

Perekrut yang membantu pencari kerja, bahkan jika mereka tidak berhasil menempatkan mereka, mungkin masih menuai penghargaan. Sebanyak 45% dari responden survei mengatakan mereka memiliki 10 atau lebih jaringan profesional, perekrut yang tetap dapat diakses, siap membantu, dan tempat mendapatkan arahan. Survei menemukan 65% dari profesional TI bersedia untuk berbagi nama jika mereka memiliki pengalaman positif dengan perekrut.

Menariknya, para tech workers ini mendapatkan rata-rata 23 pertanyaan dari perekrut dalam seminggu. Jumlah yang banyak tentu saja. Bahkan, survei menunjukkan bahwa profesional TI yang tergolong pilih-pilih pekerjaan sekali pun, tak luput akan terus dihubungi kembali.

Hal terbaik yang didapatkan, perekrut bisa meninggalkan pesan atau berbicara dengan calon potensial mengenai rincian pekerjaan yang ditawarkan. Dan asal tahu saja, mendengar rincian tentang pekerjaan tertentu, tim kerja, sifat pekerjaan, dan budaya perusahaan adalah jenis informasi yang akan mengakibatkan 88% dari responden survei menerima panggilan kembali.

Kurang penting, tapi masih tinggi pada daftar untuk profesional TI yang disurvei, adalah profesionalisme perekrut dan reputasi perusahaan. “Para perekrut terbaik meluangkan waktu untuk mengenal klien dan kandidat secara rinci. Ujungnya, kandidat dengan kecerdasan terbanyak yang akan memenangkan matchmaking process,” tukas Russell. (*)

Tags: , , , , ,