Media Sosial Makin Dominasi dalam Urusan Orang Cari Kerja

finger-769300_640

Media sosial kerap kali dilihat layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi, inovasi tersebut memberikan dampak yang negatif bagi penggunanya, tetapi bagi mereka yang cukup bijak, media sosial ini ternyata sangat bermanfaat. Faktanya, sebanyak 35% warga Amerika menggunakan media sosial untuk mencari kerja. Temuan itu didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh PewResearch Center di Amerika pada tahun 2015.

finger-769300_640

(Image: Pixabay)

Pengguna media sosial menggunakan akun miliknya untuk mencari pekerjaan, berbagi informasi tentang lowongan kerja dan bahkan melamar kerja itu sendiri. Setidaknya, sebanyak 21% pengguna media sosial melakukan poin terakhir tersebut.

Tren yang terjadi saat ini adalah anak-anak muda atau generasi milenial menggunakan media sosial lebih intens daripada generasi-generasi sebelumnya. Dalam penelitian yang sama, pencari kerja yang berusia antara 18 hingga 29 tahun, 43% di antaranya telah menggunakan media sosial untuk meriset peluang kerja.

Baca juga: Media Sosial Kini Jadi Pilihan Utama Media Rekrutmen

Sedangkan pencari kerja usia 30-49 tahun sebanyak 36% dan generasi pendahulunya (50+) hanya sebanyak 24%. Kaum muda juga mendominasi dalam hal mereferensikan peluang kerja kepada teman-temannya dan melamar kerja. Diikuti kalangan generasi X dan baby boomer.

Internet kini memang telah menjadi faktor esensial dalam pencarian info peluang kerja. Sembilan dari sepuluh pencari kerja di Amerika kini telah menggunakan internet untuk mencari kerja, baik itu menggali informasi maupun melamar kerja. Berkaitan dengan peranan internet tersebut, rupanya ada kecenderungan bahwa tangkat pendidikan mempengaruhi kepiawaian pencari kerja dalam menjual diri-nya.

Meskipun sudah merebak dan menjadi tren, ternyata masih ada kaum minoritas yang merasa ‘gaptek’ menggunakan internet. Sebagian juga tidak percaya diri dalam menampilkan dirinya di dunia maya. Biasanya, ketidakpercayaan diri ini dipicu oleh dua hal, yang pertama adalah status ketenagakerjaan dan yang kedua adalah tingkat pendidikan mereka.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Sehari Tanpa Media Sosial Dibandingkan Tanpa Kopi?

Orang-orang yang sedang tidak berpenghasilan merasa dua kali lebih sulit melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencarian kerja secara online seperti mengirim email kepada calon pemberi kerja, mengisi formulir lamaran, mencari lowongan kerja dan lain-lain. Dan masih dari riset tersebut, situasi itu dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka.

Orang yang pernah mengenyam pendidikan di universitas  merasa lebih percaya diri dalam mencari dan melamar kerja secara online. Sementara lulusan SMA atau di bawahnya merasa kurang percaya diri untuk menggunakan aplikasi-aplikasi dan fasilitas yang tersedia di internet untuk menonjolkan kemampuan dirinya.

Pada akhirnya, akan banyak perubahan yang terjadi karena munculnya internet. Dan orang yang akan bertahan hidup adalah mereka yang mau berubah bersama perubahan zaman itu. (*)