Makan Siang Terlalu Mahal, Jadi Alasan Pekerja Mengundurkan Diri

pizza-329523_640

Memiliki banyak pengalaman kerja yang singkat biasanya membuat para praktisi HR bertanya-tanya. Para pencari kerja ini kemudian ditanya, mengapa mereka memutuskan untuk berhenti bekerja dalam jangka waktu yang cukup singkat. Sebuah artikel dalam eFinancialCareers menyorot beberapa alasan yang cukup aneh bagi para praktisi bankir di Asia untuk meninggalkan pekerjaan mereka.

Apa saja hal-hal unik yang membuat karyawan resign? Simak ulasannya berikut ini.

1) Makan siang yang terlalu mahal

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa bank besar di Singapura memindahkan kantornya ke daerah Marina Bay Financial Center. Pilihan tempat untuk makan sianglah yang ternyata menjadi alasan bagi para pekerjanya untuk mengundurkan diri.

pizza-329523_640

(Sumber image: pixabaycom)

Rahul Sen, selaku Head of Wealth Management di The Omerta Group menyatakan, bahwa beberapa pekerja mengatakan bahwa mereka tidak menyukai area baru tersebut. Mayoritas berujar bahwa harga makanan di daerah Marina Bay cenderung lebih mahal dan mereka harus jalan cukup jauh untuk menemukan food court yang lebih murah.

Baca juga: 5 Alasan Karyawan Baru Mengundurkan Diri

2) Merasa tidak puas dengan jabatan yang dimiliki boss

Salah satu pekerja menyatakan bahwa alasan ia mengundurkan diri dari pekerjaannya adalah karena jabatan yang dimiliki boss-nya. Ben Batten, selaku Country General Manager Volt Singapura, mengatakan bahwa ada salah satu pekerja yang menjadi job hopper karena merasa boss-nya tidak cukup senior untuk mendapatkan titel boss. Menariknya, pekerja tersebut kemudian kembali lagi tahun berikutnya ketika boss-nya tersebut sudah menjadi direktur.

3) Jabatan yang lebih bergengsi

Banyak pekerja muda yang berganti-ganti pekerjaan dengan tujuan untuk mendapatkan jabatan yang lebih baik. Batten mengungkapkan bahwa pekerja muda ini memiliki masalah dengan komitmen karena dapat dengan mudah tergoda dengan jabatan lain.

Baca juga: 5 Tanda Anda Harus Mengundurkan Diri dari Pekerjaan Anda

4) Boss yang buruk

James Carss, selaku Hong Kong director of HFG, membagi pengalamannya saat mewawancara salah satu kandidat. “Ia mengatakan bahwa alasannya mengundurkan diri dari delapan pekerjaan sebelumnya adalah karena boss-nya buruk,” ungkap Carss. “Ketika boss yang buruk benar-benar ada, sepertinya hal tersebut memang banyak terjadi. Ini menggambarkan kemampuan seseorang yang buruk dalam mengatur kecerdasan emosinya,” tambah Carss.

5) Tidak masalah sampai akhirnya ada yang menawarkan pekerjaan baru

Carss membagi pengalamannya lagi dalam mewawancara para kandidat. “Saya pernah menemukan beberapa kandidat yang berujar, “Saya sebenarnya sudah senang dengan pekerjaan saya, namun rekruter memanggil saya bahwa ada pekerjaan baru dan saya memutuskan untuk mencobanya,’” ungkap Carss.

Menurut Carss, ini adalah alasan yang sedikit tidak masuk akal. Jika seseorang senang dengan pekerjaannya maka ia tidak akan meninggalkan pekerjaannya tersebut. “Terdapat beberapa permasalahan di sini. Seorang pekerja harus bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya,” ungkap Carss. (*)

Tags: ,