Magang, Jalan Pintas Masuk L’Oreal

yenita oktora

yenita oktora

Pada kebanyakan kasus, internship atau magang adalah kesempatan yang diburu oleh mahasiswa karena kewajiban yang dibebankan oleh kampus. Keuntungan bagi mahasiswa selain terpenuhinya tugas kuliah, mereka juga dapat mencicipi dunia kerja dan belajar banyak dari sana. Namun, L’Oreal melihat magang dengan perspektif yang jauh lebih luas. Perusahaan produsen produk kecantikan asal Paris ini memfungsikan magang tak hanya sebagai ajang pembelajaran bagi peserta, tetapi juga seleksi talent bagi perusahaan untuk menjaring Gen Y terbaik.

“Ada dua strategi yang kita gunakan untuk menarik minat Gen-Y, yang pertama adalah “L’oreal High Flyer Internship” dan yang kedua adalah program management trainee yang kita beri nama  “L’Oreal Young Entrepreneur Program”, ungkap Yenita Oktora, Recruitment & Integration Manager L’Oreal Indonesia.

Pada kesempatan sharing session yang diadakan PortalHR dan People Consulting di Hotel Harris Tebet hari Kamis (16/07) yang lalu, Yenita menegaskan bahwa perusahaan sengaja memrogramkan magang ini secara serius, dengan tujuan jangka panjang yakni untuk menarik karyawan ini menjadi karyawan tetap.

“Kami akan melihat apakah peserta tersebut bisa adjust  (sesuai-red) dengan L’Oreal atau tidak. Jika memang cocok untuk L’Oreal, mereka bisa berlanjut di proses management trainee”, tambah Yenita.

Program magang di L’Oreal memang berbeda dengan program magang di perusahaan lain. Di L’Oreal, peserta magang tidak hanya disuruh-suruh untuk menjadi pembuat kopi atau tukang nge-print, tetapi mereka dikelola secara serius dengan menyuguhkan sebuah proyek besar.

“Kita berikan proyek yang tidak main-main. Jadi proyek itu harus mereka selesaikan dengan melibatkan full ownership dari mereka. Kita lihat apakah dalam empat sampai enam bulan peserta magang tersebut dapat menyelesaikan proyek dan apakah cukup kompeten untuk L’Oreal,” demikian diungkapkan Yenita.

Keseriusan program magang ini sengaja dilakukan karena L’Oreal yakin bahwa talent terbaik tidak hanya muncul dari dua atau tiga kampus ternama di Indonesia yang sudah mereka ajak kerja sama, tetapi juga kampus-kampus lain. Internship itulah yang diharapkan mampu menjadi alat untuk menjarig talen berkualitas tersebut.

Salah satu strategi yang dipakai untuk menarik talent agar tertarik mengikuti program magang adalah dengan melakukan employer value preposition dengan gencar. L’Oreal menyusup di berbagai saluran atau platform dimana mereka bisa menemukan talent tersebut, baik itu di facebook, you-tube dan linkedin. Dengan sebuah video yang dibuat khusus untuk keperluan branding tersebut, L’Oreal mengiming-imingi target mereka, yakni mahasiswa tingkat akhir, dengan berbagai kebanggaan yang bisa diperoleh selama mereka menjadi peserta magang. Selain itu, untuk mengapresiasi anak magang, pihak perusahaan memberikan uang saku magang di atas rata-rata pasar yakni sebesar 3 juta rupiah. (*/@yunitew)

Baca juga: Komunikasi dan Fleksibilitas, Kunci Fortune Optimalkan Gen-Y

Baca juga: Belajar Handling Generation Gap dari Metro TV

Tags: , ,