Konsep Unik: Edutainment PT JAC Indonesia

Kalau dulu dikenal istilah learning by doing, kini learning by experiencing adalah ungkapan yang lebih tepat untuk menggambarkan “Edutainment”, yaitu sebuah konsep yang terbilang baru, yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT JAC Indonesia.

“Sebenarnya core business kami adalah Rekrutmen. Tetapi untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan klien kami secara menyeluruh, kami memberikan layanan inhouse training dan/atau seminar, sesuai kebutuhan mereka, yang biasa disebut tailor made atau customized. Disini kami mengembangkan metode pelatihan dengan konsep Edutainment, sehingga kegiatan tersebut menjadi unik dan memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan dengan training atau seminar biasa,” demikian Mardiana Saraswati, atau akrab dipanggil Anna, Marketing Public Relations JAC Indonesia, mengungkapkan.

Edutainment adalah akronim dari “education plus entertainment”. Dapat diartikan sebagai program pendidikan atau pelatihan yang dikemas dalam konsep hiburan sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap peserta hampir tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang diajak untuk belajar atau untuk memahami nilai-nilai (value) setiap individu.

Edutainment dapat digunakan untuk mengemas program Motivation Seminar, Training atau Workshop. Aplikasinya tergantung dari kebutuhan dan impact yang diharapkan oleh klien, baik terhadap perusahaan, maupun terhadap manajemen dan staff mereka secara mutual. Sedangkan eksekusi dilakukan oleh Tim Pelaksana JAC Indonesia.

“Motivation Training yang dikemas dalam Edutainment akan menjadi lebih menarik bagi peserta. Padahal sebenarnya, Motivation Training ini hanyalah kendaraan saja. Yang terpenting adalah muatannya, baik itu internal maupun external issues, misalnya corporate vision and mission, self esteem, sense of belonging, awarding, appreciation, product knowledge, competency, dll,” jelas Anna.

Beberapa testimony mengungkapkan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, peserta merasa menjadi ‘seseorang yang baru’ yang berbeda dengan sebelumnya. “Hal tersebut bukan hal yang mengherankan,” kata Anna. “Ada 100% faktor kunci sukses yang compulsory dalam diri kita, yaitu Positive Mental Attitude 50%, Knowledge 10%, Skills 15% dan Habit 25%. Dengan melihat prosentase tersebut, kita dengan mudah dapat melihat bahwa approach yang paling efektif adalah memberikan motivasi pada faktor Positive Mental Attitude”,tambahnya. “Tekniknya dilakukan dengan menggali impian seseorang yang paling dalam dan menjadikannya sebagai main dream atau main goal. Sedang output-nya nanti adalah momentum seseorang untuk berubah,” tambahnya.

Pada tahap persiapan setiap kegiatan, Show Director bekerjasama dengan Stage Manager akan bertanggungjawab penuh menentukan rundown, dimana mereka secara cermat memperhitungkan alokasi waktu menit per menit.

Tidak boleh ada jeda yang menyebabkan acara menjadi membosankan atau membuat mood peserta drop. Untuk itu, banyak digunakan tekhnik-teknik sounds dan lighting design, diantaranya music, illustration, bumper in/out, video presentation, inspirational message dll.

Tiap-tiap Pembicara yang terlibat dalam kegiatan ini saling berkoordinasi antara satu dengan lainnya. Mereka juga telah mengetahui peta pribadi peserta secara umum. Sehingga mereka dapat saling mengisi dan saling menguatkan pesan (message), muatan (quote) serta materi (material) yang akan disampaikan sebagai suatu continual synergy yang memiliki benang merah, yang akan memudahkan peserta untuk memahami pembelajaran yang disampaikan secara sederhana.

Teknik-teknik khusus ‘outbound’ juga digunakan untuk ‘membongkar’ inner barrier peserta, sehingga selama mengikuti kegiatan mereka menjadi individu-individu yang equal, namun tetap saling menghargai. Setelah ego mereka ‘dilebur’ menjadi satu, kemudian mereka akan dibangun lagi menjadi tim yang lebih solid, dengan menggunakan berbagai simulasi dan ilustrasi.

Motivation Training ini dapat dilaksanakan dalam waktu setengah hari hingga tiga hari, baik indoor maupun outdoor, misalnya di ballroom hotel, lapangan terbuka, pool side, atau camp didaerah pegunungan atau pantai diluar kota, dll.

Lamanya kegiatan, penggunaan equipments serta penentuan aplikasi materimateri outbound mempengaruhi hasil akhir, yang dapat berupa soft, middle atau high impact. Artinya semakin tinggi impact yang dihasilkan, semakin tinggi pula motivasi orang tersebut setelah selesai mengikuti pelatihan. Bahkan ia akan dapat secara positif mempengaruhi dan memotivasi orang lain.

“Dalam kurun waktu paling sedikit dua bulan, perusahaan/klien sebaiknya mengevaluasi motivasi tim mereka. JAC Indonesia dapat membantu klien melakukan review serta menganalisa. Jika ‘grafik’ naik atau stabil, kami bisa membantu memberikan motivation training yang sifat dan arahnya lebih kepada maintenance atau development, sehingga tim dapat bertahan atau bahkan menjadi lebih baik lagi. Namun apabila menurun, kami dapat membantu mengemas motivation training dengan tema yang membangun semangat mereka kembali, jika diperlukan. Ini harus menjadi komitmen bersama,” demikian kesimpulan Anna mengakhiri pembicaraan.

Mardiana Saraswati adalah Marketing Public Relations PT. JAC Indonesia

Sumber: Majalah Human Capital No. 05 | Tahun 2004