Kesalahan Fatal dalam Membuat CV menurut HR Google

Laszlo Bock, Pimpinan dari Departemen HR di Google telah membaca dan mencermati lebih dari 20,000 CV selama karirnya. Tidak muluk tentunya bagi kita untuk beranggapan bahwa nasihatnya tentang CV cukup kredibel berdasarkan pengalaman panjang yang telah ia lalui tersebut.

Belum lama ini, pimpinan pengelolaan manusia perusahaan produsen search engine terbesar di dunia ini berbagi tips kepada follower Linkedin tentang kesalahan-kesalahan yang harus dihindari pencari kerja dalam membuat CV.

Kesalahan yang pertama adalah adanya “typo”. Bagi para ahli HR, kesalahan penulisan ini dianggap sebagai masalah yang cukup serius karena sebuah alasan. Menurut mereka, kesalahan penulisan mencerminkan karakter dari pemilik CV yakni mengabaikan detail-detail dan diartikan sebagai ketidakpedulian dengan kualitas.

Baca juga: Sebuah CV tidak akan membawa kita pada pekerjaan impian

Seperti dilansir dari HCmag.com, Bock mengungkapkan, “kesalahan ini seringkali dilakukan oleh orang-orang yang suka sekali melakukan penyesuaian, mengubah-ubah CV-nya hingga terlihat bagus. Sayangnya, kadang-kadang mereka hanya membaca ulang sekali saja dan kesalahan-kesalahan baik grammar, pilihan kata maupun huruf seringkali masih muncul”.

Kesalahan semacam ini masih sering terjadi. Bock memaparkan data dari survey yang dilakukan Careerbuilder bahwa 58% dari keseluruhan CV yang ada masih memiliki kesalahan typo.

Kesalahan berikutnya adalah CV yang terlalu panjang atau terlalu pendek. Sebaiknya, dalam menulis CV kita menggunakan aturan ibu jari dimana 10 tahun pengalaman cukup diringkas dan ditulis dalam satu lembar kertas saja. Bock menambahkan bahwa selain panjangnya CV, format pun harus diperhatikan. Sering kali orang-orang menulis CV dengan format yang tidak rapih, tidak efektif dan sulit terbaca. Hal ini juga mempengaruhi penilaian dari perekrut tentang pantas atau tidaknya si kandidat direkrut.

Selanjutnya, Bock menemukan bahwa ada beberapa CV yang di dalamnya terpapar informasi rahasia perusahaan. Jelas sekali bahwa hal ini berarti penolakan instant dari pemberi kerja. Bagi para HR manager, Bock menyarankan agar CV-CV yang berisi kebohongan segera dikeluarkan dari proses seleksi. Dengan teknologi internet, kebohongan-kebohongan semacam itu tentu sangat mudah untuk diselidiki.

Baca juga: 4 Jenis Pencari Kerja yang Menyebalkan

Tags: , , ,