Kenapa Mereka Diburu?

Elwin Karyadi
Senior Vice President Private Banking Group Head Bank Niaga
TIGA PRINSIP DALAM BERKARIR

Meski sudah 17 tahun berkarir dan empat kali pindah tempat bekerja, Elwin Karyadi mengaku bukanlah tipe seorang job hoper. Faktor keberuntunganlah yang membuat ia mendapat kesempatan dan tantangan yang lebih menarik.

Baru 1,5 tahun berkarir di Bank Niaga, pria yang menjabat sebagai Senior Vice President Private Banking Group Head Bank Niaga, sudah mendapat tawaran baru di Deutsche Bank. “Waktunya memang sangat singkat, hanya tiga minggu,” ujar Elwin yang resmi mengundurkan diri per 31 Oktober 2005 dan mulai masuk di Deutsche Bank per 1 November 2005.

Awalnya, ia diminta rekannya yang menjadi salah satu direksi di Deutsche Bank memberikan beberapa calon nama yang dinilainya pantas untuk diposisikan di Deustche Bank. Delapan nama ia sodorkan ke rekannya tersebut saat meeting dengan beberapa direksi Deutsche Bank. Namun, siapa sangka justru pihak Deutsche Bank lebih memilih dirinya. “Mereka malah tertarik dengan saya dan minta saya ikut dalam jajaran direksi di sana,” ujar Elwin sambil tertawa. Alasannya, selain ia dianggap sudah senior dalam bidangnya, orang-orangnya pun masih belum terlalu banyak di bidang tersebut.

Lewat proses pemikiran yang tidak terlalu lama, akhirnya bapak tiga anak dari Tania, Dio dan Tasya ini mantap untuk menerima tawaran tersebut. Dari sisi challenge, ia menganggap bekerja di bank tersebut sangat menantang. “Saya melihat challenge yang akan saya alami di sana nanti menarik karena Deutsche Bank merupakan salah satu bank terbesar di dunia dan mempunyai komitmen, rencana yang cukup signifikan secara global,” jelas Elwin antusias. Namun, ia sendiri belum bisa menjelaskan secara detail job description-nya nanti di Deutsche Bank. ”Saya belum berani bicara banyak karena ia masih baru.”

Lain di Deutsche Bank, lain pula dengan Bank Niaga, ABN Amro dan BII. Jika di Deutsche Bank ia mendapat tawaran dari teman, justru di tiga bank sebelumnya ia ditawari oleh executive search atau head hunter. “Satu hal yang saya tekankan, saya ini bukan tipe job hoper. Memang ini kesempatan keempat saya dalam berkarir,” papar Elwin.

Wajah pria kelahiran Maret 1963 ini langsung serius saat ditanya adakah alasan lain yang membuat ia memantapkan diri untuk pindah tempat. Kompensasi atau benefit juga menjadi dasar pemikiran ia pindah tempat kerja. “Saya juga berpikir mengenai usia. Saya harus benar-benar memikirkan rencana yang lebih matang untuk menghadapi pensiun. Tujuannya adalah satu, kebutuhan anak-anak bisa terjamin,” aku Elwin yang mengelak pindah tempat kerja karena jenuh atau bosan. Sejujurnya, lanjutnya, ia merasa sangat berterima kasih kepada Bank Niaga yang telah memberikan kesempatan kendati waktunya hanya sebentar. Saat di Bank Niaga, Elwin memfokuskan diri dalam pengembangan SDM dengan cara men-structure business model dan melakukan product development. “Sejak awal bergabung. Yang saya lakukan adalah membenahi manusia agar karyawan Bank Niaga siap bersaing dengan kompetiter,” aku Elwin yang bersyukur mendapat dukungan dari Bank Niaga dalam menjalankan tugasnya.

Bahkan, jika kelak ia akan mendapat tawaran yang lebih baik lagi, ia akan melepas posisi yang ia jabat sebelumnya “Saya ingin juga meraih posisi CEO suatu saat. Tapi harus realistis. Artinya, harus sesuai dengan kemampuan saya,” tuturnya. Namun, ia kembali menekankan bahwa Baginya, jabatan dan tanggung jawab yang diberikan ke dirinya harus sesuai dengan kualitas dan kemampuan emosinva, jangan sampai over qualified atau under qualified.

Kendati beberapa kali mengalami perpindahan, sebagai seorang profesional Elwin berusaha menerapkan prinsip dan kiat dalam bekerja yaitu berusaha yang terbaik, siap untuk menerima yang terburuk dan jangan putus asa. Tiga hal ini menjadi sangat penting bagi dirinya selama ia berkarir. “Saya tidak pernah menganggap bahwa saya itu gagal. Karena kalau saya anggap gagal saya bisa patah arang. Anggap saja keberhasilan yang tertunda,” lontarnya.

Lukman Kristanto
HR Director Property Group Mulia
BERI NILAI TAMBAH BAGI SHAREHOLDER DAN STAKEHOLDER

Sepanjang 20 tahun berkiprah dalam karir, pria jebolan Universitas Atmajaya Jurusan Administrasi Bisnis ini belum mau bergeming dari bidang human resources management. alasannya, terlanjur gandrung dengan bidang yang satu ini.

Faktor utama yang menjadi pertimbangan Lukman Kristanto untuk pindah ke perusahaan lain adalah unsur tantangan dan keinginan untuk mengasah atau mencoba kemampuan diri, sekaligus untuk melengkapi dan menambah pengalaman kerja. Diakui Lukman, hal ini yang menjadi dorongan dan semangat sehingga ia tertarik.

“Yang membuat saya bergabung dengan perusahaan yang sekarang ini, tantangan dan kesempatan untuk mengaktualisasi diri. Kedua hal itu menjadi sangat penting,” ujar Lukman yang menjabat Human Resources Director Property Group Mulia sejak tahun 2004 lalu. Alasan lain yaitu kompensasi serta benefit yang diberikan perusahaan harus sepadan dengan tanggung jawab dan kewenangannya. Jika tidak, maka ia akan menolak bahkan berpikir panjang untuk melepas posisinya saat ini.

Selama berkarir, ia mengaku telah melakukan lima kali perpindahan, termasuk satu kali kembali ke perusahaan di mana ia pernah bekerja sebelumnya. Sebelum bergabung di Property Group Mulia, ia menjabat sebagai Senior Manager HRD di PT Mattel Indonesia. Pada setiap kali ia mendapatkan tawaran bergabung dengan sebuah perusahaan, Lukman mengaku dihubungi oleh pihak executive search. Pihak executive search-lah yang akan mengatur beberapa pertemuan dengan pihak-pihak perusahaan yang berkepentingan untuk dilakukan wawancara, presentasi dan lainnya. “Prinsip saya, keberadaan saya di perusahaan ini harus memberikan nilai tambah yang tinggi kepada shareholder dan stakeholder, dan sekaligus hal ini hanya bisa diwujudkan dengan buah hasil yang nyata dari professionalitas saya tentunya,” komitmen Lukman dalam berkarir.

Saat ditanya apakah tidak jenuh berada di satu bidang saja selama berkarir, Lukman langsung tersenyum. Ia menganggap bahwa dirinya lebih memilih untuk betah dengan profesinya sekarang. “Selain itu, faktor non tehnis lain seperti adanya kerjasama, kekompakan, rasa hormat dan saling percaya menjadi sangat penting untuk menjadi lebih betah,” ujarnya. Ia menegaskan, meski banyak orang yang menginginkan posisi atau jabatan CEO dalam karirnya, Lukman menganggap posisinya saat ini sudah termasuk baik. “Buat saya, posisi tidak terlalu penting dibanding kualitas profesionalitas seseorang,” tegas Lukman yang menekankan prinsip jujur dalam bekerja, penuh kasih dan selalu memberikan yang terbaik kepada siapapun.