Jurusan Kuliah vs Pekerjaan

Pada masa kini menuntut ilmu di perguruan yang tinggi bukanlah hal yang mudah. Biaya kuliah yang semakin meningkat, tuntutan lulusan perguruan tinggi yang semakin tinggi dan tentu saja, prospek kerja ke depannya yang semakin berubah-ubah.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Economic Policy Institute, 8.5% lulusan perguruan tinggi dengan usia antara 21 sampai 24 tahun tidak memiliki pekerjaan alias menganggur, dan 16.5% setengah menganggur.

Ketika memilih jurusan pada saat akan berkuliah, salah satu hal yang perlu untuk pertimbangkan adalah prospek kerja ke depannya. “Tidak semua pekerjaan yang sedang tren pada saat ini, masih akan tetap tren beberapa tahun kemudian,”  ungkap Peter Cappelli, selaku professor di Wharton dan director Human Resource. Dengan kata lain, ketika seorang mahasiswa memilih jurusan pada usia 17 ataupun 18 tahun, yang mungkin akan lulus dalam waktu empat tahun, perlu memikirkan bagaimana prospek kerja setelah ia lulus sebagai sarjana dari jurusan tersebut. Karena bisa saja, empat tahun kemudian, lulusan jurusan tersebut sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi.

Baca juga: Magang, dari sudut pandang perusahaan vs pencari kerja

Contohnya pada jurusan ilmu komputer dan teknologi informasi. Pada awal tahun 90an, hanya sedikit murid yang tertarik untuk memilih jurusan ilmu komputer. Lalu pada tahun 1995, ketika mulai tren dot-com, sebanyak 25.000 mahasiswa lulus dengan gelar Sarjana Komputer. Pada tahun 2002, sebanyak 50.000 mahasiswa lulus dengan gelar Sarjana Komputer, meskipun tren dot-com sudah mulai menurun. Bahkan jumlah mahasiswa yang tertarik pada bidang komputer dan teknologi informasi ini semakin meningkat pada dua tahun setelahnya meskipun sektor teknologi sudah mulai goyah.

Edwon Koc, selaku director of research, public policy, and legislative affairs at the National Association of Colleges and Employers menyatakan bahwa terdapat hubungan antara jurusan yang dipilih saat kuliah dengan kesempatan untuk bekerja setelah lulus. Contohnya seperti jurusan teknik. Jurusan teknik selama dua dekade terakhir memiliki kesempatan yang cukup mudah untuk direkrut setelah lulus. Koc juga menyarankan untuk tidak memilih jurusan yang terlalu spesifik. Karena kita tidak tahu bagaimana perkembangan dunia kerja ke depannya, karena bisa berubah dengan sapat cepat.

Salah satu hal yang dapat meningkatkan kesempatan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan adalah program magang, menurut Capellii. “Pengalaman praktik adalah apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perusahaan lebih memilih seseorang yang pernah bekerja sebelumnya, meskipun Anda hanya seorang pramuniaga, Perusahaan ingin merekrut seseorang yang tidak perlu dilatih lagi. Hal ini sangat sulit didapatkan di perkuliahan,” ungkap Capellii.

Dengan kata lain, Anda tidak perlu menjadi sarjana komputer untuk mendapatkan pekerjaan di sektor teknologi. Cukup mencari program magang dari perusahaan sektor teknologi dan Anda bisa mendapatkan pengalaman dari pekerjaan tersebut.

Baca juga: Survei: Lulusan 2012, Semua ingin bekerja di Google

Tags: , , ,