GE Berencana Rekrut 5 Ribu Veteran

GE

KABAR GEMBIRA kini dirasakan oleh para veteran di AS. Di tengah situasi sulit akibat krisis global, khususnya di AS, veteran kini bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, General Electric (GE) berencana untuk merekrut sebanyak 5.000 veteran selama lima tahun ke depan dan berinvestasi $ 580.000.000 untuk memperluas bisnis penerbangannya.

Berita menyenangkan ini diumumkan oleh manajemen bersama perusahaan raksasa lainnya, awal pekan lalu sekaligus memberikan komitmen perusahaan terhadap porgram pemerintah terkait dengan isu pembangunan manufaktur dan menciptakan lapangan kerja di negeri Paman Sam tersebut. Jeffrey Immelt, GE CEO mengepalai President Obama’s 27-member jobs council, yang di dalamnya juga tercatat nama-nama penting seperti Richard Trumka (AFL-CIO Presiden) Steve Case (pendiri AOL) serta Sheryl Sandberg (Chief Operating Officer Facebook).

GE mengatakan bahwa porgram kemitraan “Hiring Our Heroes”, diharapkan bisa membantu veteran mendapatkan pekerjaan yang cocok. GE Sendiri, yang bisnisnya mencakup mulai dari mesin jet hingga memproduksi lampu, bekerjasama dengan Kamar Dagang AS untuk mensponsori job fair 400 veteran dalam tahun ini. GE saat ini mempekerjakan lebih dari 10.000 veteran dan memiliki sekitar 100 karyawan yang diperbantukan untuk melayani di luar negeri.

Joseph Sharpe, director of the economic division of the American Legion, mengatakan Departemen Tenaga Kerja selama pemerintahan Presiden George W. Bush telah menjalin kerja sama dengan Legiun Amerika untuk mengatur job fair bagi para veteran, dan di era pemerintahan Obama program ini terus ditindaklanjuti.

“Ini adalah sesuatu yang telah dijalin selama delapan tahun terakhir,” ujar Sharpe. Hasilnya telah menggembirakan karena bisa mengurangi tingkat pengangguran di antara para. Misalnya untuk veteran pria, pengangguran di angka sekitar 7,7%, menurun dari sebelumnya sebesar 12 persen. Sedangkan pengangguran di kalangan dokter hewan perempuan, menurun meskipun angkanya masih tinggi, yakni 17& dari lebih sebelumnya 20 persen%. (*)

Tags: , , ,