Coba 7 Pertanyaan Interview Ini untuk Gali Kecerdasan Emosional Kandidat

job interview_careercloud

Merekrut karyawan yang tepat bagi sebuah organisasi adalah keharusan karena dampaknya sangat signifikan terhadap masa depan perusahaan. Dan cocok atau tidaknya si kandidat, memiliki keterkaitan erat dengan jawaban-jawaban kandidat atas pertanyaan yang dilontarkan oleh perekrut pada saat wawancara. Jawaban mereka mengindikasikan kemampuan mereka secara emosional.

job interview_careercloud

(Image: CareerCloud)

Lepas dari fakta bahwa setiap perusahaan memiliki nilai-nilai tertentu yang dijadikan landasan kerja bagi setiap karyawan, peran emotional intelligence (kecerdasan emosi) juga sangat krusial. Oleh karena itu, kecerdasan emosi ini perlu dimiliki oleh setiap karyawan apabila perusahaan ingin mencapai kesuksesan. Hal itu diungkapkan oleh Mariah DeLeon, wakil presiden dari Glassdoor, sebuah media yang melakukan riset dan ulasan tentang tempat kerja.

Apabila Anda adalah seseorang yang memiliki wewenang untuk mewawancarai kandidat, 7 pertanyaan berikut dapat Anda jadikan rujukan ketika ingin menggali karakter emosional kandidat.

1) Siapa orang yang menginspirasi Anda dan mengapa?

Pertanyaan ini dapat mengungkap sosok seperti apa yang dijadikan role model oleh kandidat Anda. Dengan menceritakan tokoh inspiratifnya, secara tidak langsung perekrut juga dapat melihat bagaimana cara si kandidat menaruh rasa hormat terhadap sesamanya.

2) Jika besok pagi Anda membangun perusahaan, sebutkan tiga nilai perusahaan yang akan Anda terapkan?

Nilai-nilai yang dianut, memberikan gambaran tentang hal-hal apa saja yang menjadi prioritas si kandidat. Prioritas tersebut akan mempengaruhi pandangannya terhadap rekan kerjanya. Selain itu, dari pertanyaan itu, perekrut juga dapat melihat kejujuran dan integritas kandidat.

Baca juga: Ingin Dipanggil Wawancara Kerja, Ikutlah Voluntary Work

3) Jika prioritas atau tujuan bisnis berubah, bagaimana cara Anda menyampaikan hal tersebut kepada karyawan agar mereka berkomitmen terhadap prioritas baru perusahaan?

Perubahan adalah hal yang pasti dalam sebuh bisnis. Tentunya, Anda membutuhkan orang-orang yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan. Rekrutlah karyawan yang memiliki kemauan keras dari diri sendiri, termotivasi dan memperlihatkan empati kepada orang lain.

4) Apakah Anda masih menjalin pertemenan dengan rekan kerja terdahulu meskipun sudah pindah kerja?

Bukan hal yang mudah bagi sebagian orang untuk membangun pertemanan dengan orang baru. Apabila kandidat Anda mampu melakukan hal tersebut dengan mudah, itu berarti ia memiliki kecerdasan emosional yang cukup tinggi. Pertemanan yang awet menandakan bahwa seseorang sangat menghargai sebuah hubungan dan peduli terhadap orang lain.

Baca juga: Dikerjain Saat Proses Wawancara Kerja, Siapa Takut!

5) Kemampuan atau keterampilan apa yang menurut Anda masih kurang dan perlu diperbaiki?

Keinginan untuk belajar adalah hal yang penting dalam menentukan apakah seseorang masih mau memperbaiki diri atau tidak. Orang-orang yang kesulitan menjawab pertanyaan tersebut adalah orang-orang yang bermasalah dengan pengembangan diri. Tentunya Anda tidak ingin mendapatkan kandidat semacam ini untuk perusahaan Anda.

6) Coba jelaskan tentang “sebuah program” seolah saya belum berpengetahuan sama sekali tentang program itu?

Dengan pertanyaan semacam ini, seorang pewawancara dapat mengetahui berbagai hal, di antaranya:

  1. Apakah kandidat mau berpikir sebelum bicara dan bertindak.
  2. Apakah kandidat memiliki kemampuan teknis untuk menjelaskan sebuah proses secara runut, efektif dan efisien kepada orang lain.
  3. Apakah kandidat menanyakan pertanyaan-pertanyaan kontemplatif kepada orang-orang yang sedang dijelaskan seperti misalnya, “Apakah hal tersebut masuk akal?”

7) Jelaskan tiga faktor teratas yang berpengaruh positif terhadap kesuksesan Anda?

Jawaban dari pertanyaan itu akan membarikan gambaran kepada Anda tentang karakter kandidat apakah dia egois atau justru sebaliknya, tidak memikirkan diri sendiri.  Ketika berbicara mengenai kesuksesan, perhatikan apakah sesorang lebih sering menyebut “saya-saya-saya” atau “kita-kami”.

Nasihat bagi para praktisi HR, “Carilah kandidat yang merupakan team player (bisa bekerja dalam tim). Seseorang mungkin saja sangat jenius, tetapi dalam sebuah perusahaan, orang semacam itu tidak akan banyak membantu jika orang lain tidak nyaman bekerja dengannya”. (*)