Cara Unik L’Oreal Rekrut Young Talents

Foto L'Oreal Brandstorm International 2011small2

Untuk sebuah perusahaan yang berbasiskan kreativitas, melakukan rekrutmen terhadap young talents menjadi salah satu kunci sukses. Demikian juga bagi L’Oreal  Indonesia. Bagaimana ia melakukan rekrutmennya?

Adalah tiga sahabat karib, masing-masing Teuku Faris Riandi, Desita Herdini Arumsari, dan Fabila Mahadira Suwardhani yang tergabung dalam tim Ganesha dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SMB-ITB). Tim Ganesha sendiri adalah tim yang dibentuk dalam rangka mengikuti kontes kreativitas L’Oreal Brandstorm 2011, dan ia menyabet juara ke-3 di International Final di Paris yang digelar pada 15-16 Juni 2011.


Tim Ganesha maju ke babak internasional setelah sebelumnya menjadi juara nasional L’Oreal  Brandstorm 2011, pada 13 April silam di Jakarta dengan menyisihkan 70 tim lain dari universitas di seluruh Indonesia. Konsep yang diusung tim Ganesha adalah “Koffie Men’s Hair Section” yakni bagaimana mengajak lebih banyak pria untuk menyenangi salon. Sesuai dengan namanya, salon konsep dari ketiga remaja ini memang menggabungkan kebiasaan minum kopi dengan salon. “Kami ciptakan tagline give yourhair a Koffie break, agar para pria memahami bahwa pergi ke salon adalah sesuatu yang normal seperti halnya mereka pergi ke cafe bersama para sahabatnya,” ujar Faris, salah satu anggota tim.

Kontes L’Oreal  Brandstorm 2011 sendiri menurut Restu Widiati, Human Resources Director PT L’Oreal Indonesia, menjadi salah satu tools dalam melakukan rekrutmen mencari para talents terbaik yang ada di pasar. Namun demikian, tidak ada keharusan bagi yangmenang kontes akan bekerja di L’Oreal . “Tetap ada prosesnya seperti ikut dalam program internship atau magang, kemudian melalui management trainee program baru diangkat menjadi karyawan tetap,”imbuh Restu.

Saat ini, L’Oreal  Indonesia mempekerjakan sekitar lebih dari 700 orang karyawan. “Kami memiliki keragaman sumber daya manusia, semangat tim yang kuat, keseimbangan jumlah karyawan pri dan wanita, yang menjadi sumber kekuatan kami,” kata Restu sambil merinci komposisi karyawan L’Oreal  Indonesia pria sebanyak 53% dan 47%-nya wanita. Sedangkan untuk urusan young talents ini, Restu mengakui jumlahnya cukup besar. “Hampir 50% karyawan kami berusia antara 25-30 tahun,” ujarnya menjawab portalHR.com.

Restu menambahkan, filosofi people management di L’Oreal  Indonesia adalah menjadi organisasi sebagai “great place to work for great talents”. “Kami berupaya menyediakan petualangan karir melalui budaya kerja yang konsisten, yaitu hasrat untuk berinovasi, pencapaian akan kesempurnaan, pencarian talenta yang berbakat dan beragam, serta keterbukaan terhada dunia,” ujarnya.

Kesan mendalam pun disampaikan Desita, satu-satunya wanita di tim Ganesha. “Sejak berpartisipasi dalam kompetisi ini, L’Oreal   telah memberikan paradigma baru kepada saya mengenai bekerja di sebuah perusahaan yang bisa dilakukan dengan sangat menyenangkan. Sebelum ini saya tidak tertarik untuk bekerja kantoran karena saya menyenangi aktivitas di dunia pertunjukkan seperti menari atau teatrikal. Namun jika memang saya harus bekerja, saya ingin bekerja di sebuah perusahaan kosmetik seperti L’Oreal,” harap dara manis kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1991 ini. (rk)