Bersiaplah Kalah dengan Orang Kreatif Saat Cari Kerja

Pasar tenaga kerja membutuhkan para pemikir kreatif ke depannya. Sebuah jurnal berjudul “Tomorrow’s Most Wanted” yang diterbitkan oleh Global Learning Institute Hyper Island and Edelman di Stockholm, Swedia memaparkan bahwa kreativitas berperan jauh lebih penting dibandingkan keterampilan teknis yang lain.

Sebagian besar pelamar kerja memiliki keterampilan spesifik terkait dengan posisi yang mereka lamar. Mereka merasa memiliki kualifikasi sebagai kandidat yang diinginkan sehingga menciptakan sebuah kepercayaan diri yang semu. Mengapa dikatakan semu? Karena biasanya, untuk setiap lowongan kerja yang dibuka, jumlah lamaran yang masuk berkisar 180 buah. Mayoritas pendaftar, lazimnya memiliki kualifikasi keterampilan teknis sesuai keinginan perusahaan. Oleh karenanya, kita masih harus bersaing dengan puluhan atau bahkan ratusan pendaftar lain dengan kualifikasi yang mirip dengan milik kita.

Untuk mempersempit jumlah kandidat yang diseleksi, biasanya perekrut akan melihat pada keahlian kita yang lain yakni kreativitas. Bagi kalian yang merasa kurang kreatif, berikut adalah beberapa pencerahan yang dikutip dari talentculture.com yang membuat kita percaya bahwa peluang untuk menjadi kreatif itu ada.

Baca juga: Tiga kesalahan menulis resume

Kreativitas bisa dipelajari

Elizabeth Gilbert, pengarang novel “Eat, Pray, Love” dalam sebuah sesi Ted Talk berjudul “Your Elusive Creative Genius”, memaparkan pemikiran bahwa pada dasarnya setiap orang lahir dengan kreativitas dalam diri mereka. Jadi, dengan optimisme tersebut, orang tidak harus khawatir bahwa ia bukan orang yang kreatif atau tidak berbakat untuk menjadi kreatif. Sebaliknya, kita memiliki kreativitas masing-masing yang perlu kita asah untuk membuatnya lebih menonjol. Kreativitas bukan bonus genetik sehingga beberapa orang beruntung telah memilikinya tetapi sesuatu yang bisa dipelajari.

Kreatif bukan berarti kita harus menjadi penemu alat canggih atau sejenisnya

Kadang orang salah kaprah antara kreativitas dengan inovasi. Tentunya inovasi memerlukan kreativitas tetapi bukan berarti untuk menjadi kreatif harus menemukan sesuatu terlebih dahulu. Kreatif bisa diaplikasikan misalnya ketika kita harus melakukan pekerjaan yang sama setiap hari, dengan kreativitas tersebut kita bisa membuatnya menjadi lebih menyenangkan.

Mempertunjukan kreativitas selama proses melamar kerja

Dari banyak kandidat yang melamar kerja, tidak sedikit dari mereka yang memiliki keahlian teknis, pengalaman dan karakter kepribadian yang sempurna. Namun, kita harus paham bahwa CV yang kita berikan kepada pemberi kerja hanya mampu memperlihatkan dua pertama dari tiga hal tersebut. Oleh karena itu, kita pun harus memastikan bahwa CV kita mampu “berbicara” tentang kreativitas kita. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan rancangan yang beda dan mencerminkan kreativitas. Sebagai langkah awal, pastikan bahwa CV Anda jangan mainstream sehingga berakhir di kotak sampah di perusahaan yang dituju. Sisihkan waktu untuk memperbaiki CV Anda, cari referensi dan kembangkan sehingga atraktif untuk dibaca.

Mendiang Steve Jobs pernah berkata bahwa kreativitas pada dasarnya adalah kegiatan menghubungkan sesuatu. Ketika orang-orang kreatif ditanya mengenai apa yang membuat mereka jadi kreatif, mereka kesulitan menjawab. Sampai akhirnya mereka sadar bahwa kreativitas muncul karena kita dapat menhubungkan pengalaman yang kita miliki dengan hal-hal baru yang kita peroleh. Sinkronisasi itulah yang membuat proses kreatif itu terjadi.

Baca juga: Tips mengelola tim kreatif

Tags: , , ,