Apa Kata Mereka? Standard Chartered Bank

Sebagai organisasi visioner dengan filosofi stregthbase organization, Standar Chartered Bank (SCB) memfokuskan diri pada kekuatan dan kelebihan yang dimiliki setiap kandidat.

Seperti juga bank multinasional lainnya, SCB pun tak ketinggalan dalam melakukan rekrutmen mulai dari fresh graduate sampai dengan tenaga ahli sesuai perkembangan bank dan ekonomi secara umum. Menurut Ivan Taufiza, Head of HR SCB, SCB cukup agresif dalam melakukan rekrutmen. Karena itu, setiap tahun SCB membuat rencana kerja tahunan yang kemudian menjadi acuan terhadap kebutuhan SDM-nya untuk dapat menjalankan aktifitas operasionalnya.

Proses rekrutmen atau yang disebut resourching di SCB menjadi hal yang sangat penting mengingat aktivitas resourching dinilai Ivan lebih luas dari sekedar rekrutmen karena Resourching Departement bertanggung jawab terhadap kualitas dan kuantitas rekrutmen sejalan dengan strategi perusahaan.

Untuk mendapatkan kandidat yang diperlukan, SCB berusaha untuk melakukan internal rekrutmen lebih dulu. Artinya, perusahaan membuka kesempatan kepada seluruh staf yang berminat untuk mengisi posisi yang dicari. Apabila kandidat internal dengan kondisi tertentu belum dapat mengisi posisi tersebut, barulah resourching group akan menjalankan strategi rekrutmen dari eksternal.

Disinggung soal jumlah perekrutan tenaga baru dan professional hire yang dilakukan SCB setiap tahunnya, Ivan enggan membeberkan. Ia pun enggan menjelaskan posisi yang paling mahal yang ada di SCB. “Yang jelas, hokum permintaan dan penawaran akan berlaku di sini,” jawabnya singkat. Industri perbankan menurutnya sangat dinamis sehingga ia menilai tidak ada posisi yang paling mahal. Namun, yang akan sangat menentukan, kapan saat yang tepat untuk rekrutmen dan di sector mana perusahaan mencari SDM yang diperlukan.

Dalam melakukan rekrutmen, beragam metode yang digunakan SCB semuanya berawal dari objektif resourching yang ingin dicapai. Ivan menjelaskan, secara umum objektif resourching SCB mempunyai dua pendekatan yaitu hire for position dan hire for person. Yang pertama merekrut kandidat karena adanya kebutuhan untuk posisi tertentu. Metode umum yang dipakai adalah internal rekrutmen, advertising, employee referral, headhunter, penyedia jasa tenaga kerja dan sebagainya.

Sedangkan hire for person merekrut kandidat karena kualifikasi/potensi yang dimiliki oleh kandidat yang bersangkutan, kendati saat ini diakui Ivan belum ada posisi/pekerjaan yang tersedia. “Perekrutannya untuk management trainee dan metode yang digunakan seperti campus visit, campaign,” jelas Ivan.

Uniknya, SCB tidak menggunakan metode assessment center yang lazimnya digunakan perusahaan besar dalam merekrut orang untuk posisi manajemen menengah. Menurut Ivan, hal itu disebabkan SCB menganut filosofi strengthbase organization. Dengan filosofi ini SCB fokus pada kekuatan dan kelebihan yang dimiliki setiap kandidat.