Apa Kata Mereka? INDOSAT

Seiring pertumbuhan bisnis teknologi komunikasi, tingkat kebutuhan perusahaan akan teknisi-teknisi terlatih juga semakin tinggi. Bidang keahlian yang paling banyak dicari oleh para operator diantaranya teknisi internet protocol (IP).

S. Wimbo S. Hardjito, Corporate Service Director PT Indosat mengungkapkan, dalam hal konten, teknologi komunikasi selular memang sangat berpeluang untuk terus berkembang. Tapi di sisi lain, talenta di bidang ini masih relative terbatas lantaran booming bisnis seluler di Indonesia baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sementara ketersediaan tenaga terlatih di bidang ini masih sangat terbatas. Akibatnya, persaingan memperebutkan teknisi terlatih dan berpengalaman dalam mendisain konten dirasa semakin tinggi.

Menurut Wimbo, kebutuhan akan teknisi IP tersebut bisa dibilang sangat mendesak. Sebab, Indosat yang dulu didukung oleh teknologi backbone non IP telah diganti dengan IP backbone, sehingga diperlukan tenaga-tenaga ahli di bidang tersebut. Menyadari hal itu, menurut Wimbo, Indosat menempuh sejumlah langkah, diantaranya dengan mendidik sendiri teknisi di bidang IP melalui berbagai program pelatihan.

Namun lantaran program ini tak bisa secara instant memberikan output optimal, untuk sementara waktu Indosat masih melakukan program tendem. Yakni melibatkan teknisi dari luar yang bersertifikat, tapi juga menyertakan orang-orang dalam di bidang tersebut. Kebijakan tersebut dilakukan, karena selama ini Indosat baru memiliki belasan pekerja ahli bersertifikat di bidang IP, sementara tingkat kebutuhannya dirasa semakin tinggi.

Untuk jangka pendek hingga menengah, Indosat tengah melakukan training secara intensif terhadap karyawan di bidang IP. Tenaga pengajarnya, selain dari kalangan internal Indosat sendiri ada juga praktisi dan konsultan IT lain yang ada di dalam maupun luar negeri. Untuk memenuhi kebutuhan agar tepat waktu kami melakukan pelatihan secara intensif, tambah Antin Nugroho, VP Training Indosat.

Langkah lain dengan melakukan employee retention, misalnya dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif, jenjang karier serta berbagai insentif lainnya. Insentif tidak selamanya dalam bentuk cash, tapi diberikan dalam bentuk lain. Alasannya, di Indosat tidak semua orang mengharapkan imbalan semata-mata dalam bentu materi. Perhatian, penghargaan, jaminan hari tua, serta lingkungan kerja yang menyenangkan terkadang memang lebih bernilai ketimbang uang.

Berapa berar gaji dan fasilitas yang diterima oleh para teknisi ahli tersebut? Menurut Wimbo, selama ini Indosat telah menerapkan standar gaji untuk level dan golongan tertentu. Namun, untuk tenaga yang memiliki keahlian khusus, pihaknya memang memberikan insentif khusus.

Kompensasi tersebut diberikan sepanjang yang bersangkutan memberi kontribusi optimum atas keahliannya. “Sebab perkembangan teknologi kan berlangsung sangat cepat. Kalau karyawan tidak bisa mengikuti perkembangan tersebut ya otomatis ia akan kembali seperti karyawan biasa. Posisinya bisa saja digantikan oleh orang lain yang lebih memiliki keahlian,” kata Wimbo.

Saat ini Indosat memiliki 4000 karyawan tetap dan 4000 pegawai pihak ketiga. Sejauh ini berbagai program pengelolaan karyawan yang dilakukan Indosat memang terbukti membuat karyawan betah dan berkontribusi secara maksimal.