Apa Kata Mereka? IBM Indonesia

Keyakinan yang dijabarkan IBM dalam nilai dan kompetensi ini menjadi pedoman IBM merekrut karyawan.

Sejak berdiri, IBM Global hidup berdasarkan keyakinan. Menurut Audrey Wardhana, Country Manager HR IBM Indonesia, keyakinan ini membuat klien IBM menganggap IBM sebagai crossing partner dan mitra untuk melakukan investasi. “Inovasi di IBM tidak hanya di system teknologi, tapi juga di keyakinan. Dan kenyakinan itu larinya ke manusia,” akunya.

Untuk mendapatkan karyawan yang berkeyakinan, IBM menerapkan tiga nilai utama. Pertama, dedicate to every client success. Artinya, setiap karyawan harus berpikir bagaimana caranya membantu klien IBM supaya sukses. Kedua, innovation that matters for our company & the world. “Ini menjadi suatu keharusan karena dunia kompetesi membuat semuanya cepat berubah sehingga klien kami punya tuntutan agar kami dapat beroperasi lebih baik,” tutur Audrey. Ketiga, trust & personal responsibility in all relationships. “Ini pun berhubungan bukan hanya karyawan dengan karyawan, tapi karyawan kepada klien IBM,” tambahnya.

Dari tiga nilai tersebut, IBM menjabarkan lagi ke dalam sembilan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh setiap karyawan IBM. Untuk nilai dedication, karyawan harus memiliki kompetensi yang kuat mengenai taking ownership, client focus dan drive to achieve. Untuk nilai innovation, kompetensinya adalah adaptability, passion for the business dan creative problem solving. Nilai trust, kompetensinya adalah communication, teamwork & collaboration dan trustworthiness.

Karena itu Audrey menegaskan bahwa setiap karyawan harus memiliki semua kompetensi yang telah ditentukan. “Kompetensi merupakan dasar kami merekrut orang. Ini berlaku semua staf,” ujarnya. Namun, setiap orang memiliki kekuatan kompetensi tergantung dari posisi yang ia jabat. Contohnya, seorang public relation harus kuat di komunikasi.

Namun, ketika ditanya komentarnya mengenai jumlah karyawan yang akan direkrut IBM setiap tahunnya, Audrey hanya merincikan jumlah karyawan IBM secara global saat ini mencapai 254.000 orang, 200.000 orang lulusan S1, sisanya lulusan S2 dan S3. Sementara dalam lima tahun terakhir IBM merekrut karyawan sekitar 70.000 orang di seluruh dunia. Setiap fresh graduate yang diterima IBM diharuskan mengikuti tes Information Processing Attitude Test (IPAT) untuk meningkatkan kemampuan karyawan baru untuk belajar sesuatu yang baru. Saat ini, sekitar 38.000 karyawan di 75 negara yang berhasil meraih sertifikat professional di bidang masing-masing.

Sementara mereka yang telah menjadi staf, diberikan program pelatihan untuk menjadi pemimpin. Untuk itu, IBM menjaring orang-orang terbaik yang dikumpulkan dalam Leadership Development Center. Pengembangan kompetensi karyawan merupakan strategi perusahaan agar karyawan bisa berkarir dengan lebih baik di IBM. Artinya, IBM menginginkan setiap posisi eksekutif yang ada ditempati oleh karyawan yang memulai karier sejak awal. “Kalau kami bicara jangka panjang, artinya karyawan memang dididik untuk itu,” tukasnya.