Apa Kata Mereka? Ericsson Indonesia

Integrasi proses rekrutmen dengan strategi perusahaan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar. Karena itu, Ericsson Indonesia berusaha menjabarkannya berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Perekrutan karyawan akan terus berlangsung seiring dengan kebutuhan perkembangan bisnis perusahaan. Hal ini diakui Rosalina Syahriar sekalu VP HR & O Ericsson Indonesia. Dalam terapannya, Ericsson Indonesia berusaha mencari kandidat-kandidat yang tepat untuk menjawab kebutuhan perusahaan. Karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurutnya, jika strategi perusahaan tahun ini lebih menekankan pada servis atau bisnis baru, maka dari sisi rekrutmen harus mendukungnya dengan mengidentifikasi posisi apa saja yang diperlukan. Kemudian, potensi yang dipersyaratkan, mengidentifikasi jenis-jenis ketenagakerjaan, lalu mengidentifikasi dari pasar tenaga kerja seperti apa perusahaan bisa mendapatkan kandidat-kandidat berkualitas.

“Rencana kami untuk merekrut karyawan terus berlangsung hingga tahun ini seiring kebutuhan perkembangan bisnis kami,” tukas Rosalina sambil menambahkan bahwa posisi kritikal yang diperlukan perusahaan adalah yang terkait langsung dengan pekerjaan-pekerjaan project management.

Untuk menarik minat para kandidat yang tepat, Ericsson berusaha mendesain paket remunerasi yang sangat kompetitif. “Kami juga bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Indonesia untuk mendapatkan para lulusan terbaiknya agar mengikuti program pengembangan khusus dengan tujuan menyiapkan mereka sebagai calon karyawan yang berkualitas,” kara Rosalina.

Proses rekrutmen yang digunakan Ericsson Indonesia terhadap kandidat berdasarkan kompetensi yang dipersyaratkan oleh posisi yang akan dijabat, baik kompetensi teknis maupun non teknis. Dalam proses ini diakui Rosalina, user (manajer lini) dan divisi HR ikut terlibat di dalamnya. Namun, Rosalina juga menambahkan bahwa perusahaan juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendukung proses penyediaan calon karyawan yang berkualitas seperti dengan head hunter dan juga bantuan dari Ericsson regional maupun global.

Selain itu dibutuhkan sebuah metode yang tepat. Sesuai dengan metode seleksi yang dianut oleh perusahaan yang berdasarkan kompetensi, maka Ericsson Indonesia menggunakan metode asesmen sebagai salah satu alat seleksi dalam rekrutmen sekaligus untuk mengidentifikasi pengembangan yang diperlukan oleh calon karyawan.

Dalam menggunakan motode ini, pihaknya bekerja sama dengan institusi yang sangat berkompeten untuk menjalankan proses essessment center untuk membantu proses seleksi terhadap posisi-posisi yang kritikal dalam perusahaan. Kendala yang timbul biasanya adalah menyamakan persepsi antara perusahaan dengan institusi penyelenggara assessment center mengenai persyaratan kompetensi yang diperlukan. Tapi hal ini bisa diatasi dengan diskusi yang intensif dan didukung dengan dokumentasi yang baik tentang persyaratan kompetensi sebuah posisi/jabatan.

Ia menambahkan, kualitas hasil rekrutmen di Ericsson sejauh ini secara jangka pendek dapat diukur dari seberapa banyak karyawan baru yang lulus masa percobaan. “Ini mengindikasikan kualitas kompetensi dan kinerja karyawan yang bersangkutan,” tukasnya.

Namun, bukan berarti berhenti sampai di situ. Untuk peningkatan kualitas hasil rekrutmen, pihak manajemen pun membekali para Manajer Lini dengan training competency based interview sehingga mereka dapat lebih jeli dan tepat dalam mengindentifikasi kompetensi calon karyawan, tidak hanya pada aspek teknikal tapi juga nonteknikal.