Apa Kata Mereka? Bank BTN

Tidak banyaknya pilihan dalam merekut karyawan yang handal dan kompeten di perbankan perumahan 4 Indonesia membuat Bank BTN bertekad untuk mencetak bibit unggul.

Berangkat dari visi dan misi Bank BTN yaitu menjadi bank yang terkemuka dan menguntungkan dalam pembiayaan perumahan dan mengutamakan kepuasan nasabah, maka dibutuhkan orang-orang yang handal yang bisa mewujudkan visi dan misi BTN. Cara nya, dengan merekrut orang-orang yang tepat sesuai dengan kompetensi dan mengembangkan kompetensi karyawan.

Menurut Sunarwa, Kepala Divisi Pengembangan SDM Bank BTN, sejauh ini orang-orang yang berkompeten di bidang perbankan perumahan sangat terbatas. Karena itu, Bank BTN jarang melakukan rekrutmen dari luar untuk posisi-posisi middle manage-ment ke atas. “Rekrutmen untuk posisi menengah hingga level eksekutif boleh dibilang tidak mudah karena sumber daya manusia untuk perumahan di pasar juga terbatas. Malah harusnya produksi dari kami untuk luar,” jelasnya.

Karena itu, rekrutmen fresh graduate menjadi tujuan utama bagi bank yang resmi berdiri tahun 1953 dan menetapkan sasaran bisnisnya sebagai Bank Keluarga Indonesia, yang melayani kebutuhan seluruh keluarga Indonesia dalam hal rumah untuk semua kebutuhan. Saat ini, rekrutmen yang dilakukan oleh BTN terbagi dalam lima kategori, teller, teknologi informasi (TI), daerah, staf dan syariah.

Proses perekrutan untuk kategori teller lebih bersifat standar, yaitu menjaring fresh graduate melalui tes psikologi, kesehatan dan wawancara. Saat ini, Sunarwa mengakui bahwa Bank BTN membutuhkan jumlah teller yang cukup banyak mengingat BTN akan membuka outlet tak kurang dari 50 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. BTN pun memberikan paket remunerasi yang kompetitif yang jumlahnya yaitu Rp 2 juta/bulan untuk teller baru dan Rp 18 juta untuk Kepala Divisi.

Sedangkan untuk rekrutmen TI, ia menambahkan bahwa rekrutmen ini dilakukan berdasarkan kebutuhan. “Kami menggunakan jasa head hunter karena sifatnya lebih spesifik,” papar Sunarwa saat ditanya mengenai hal ini.

Khusus untuk rekrutmen daerah, pihak BTN lebih menfokuskan pada putra daerah dimana BTN membuka outlet. “Khusus untuk syariah, kami sedangkan menyiapkan proses seleksi bekerja sama dengan vendor,” kata Sunarwa yang enggan membeberkan rekrutmen syariah mengingat BTN syariah baru diluncurkan tahun 2005 lalu.

Mengenai jumlah yang akan direkrut BTN tahun ini, Sunarwa mengutarakan bahwa pihaknya akan merekrut karyawan sesuai kebutuhan perkembangan perusahaan dan berdasarkan cara kerja yang efisien. Diperkirakan, 200-300 orang akan mengisi berbagai posisi yang ada di BTN dengan jumlah terbesar masih di posisi teller. Sedangkan untuk rekrutmen syariah, ia mengakui bahwa akan ada bebearpa orang yang mengisi di sekitar 3-4 outlet baru BTN syariah. “Loketnya bisa saja di bank konvensional, tapi karyawannya harus tetap syariah.”

Usai proses seleksi rekrutmen, Bank BTN harus lebih kerja keras dalam hal mengembangkan potensi yang sudah masuk ke dalam. “Artinya, kami harus menggali potensi dari dalam dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan baik itu soft competency maupun hard competency setiap karyawan, termasuk pula mereka yang potensial,” katanya dan menambahkan pula sejauh ini hasil kualitas rekrutmen dan pengembangan karyawan sudah menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya yaitu mencetak bibit-bibit unggul dalam hal perumahan sehingga menjadi rekomendasi di Indonesia.