9 Alasan Agar Resume Anda Dilirik Apple atau Google

Buku Google Resume

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN berbasis teknologi, kini banyak menjadi idaman bagi para lulusan anyar yang ingin mendapatkan pekerjaan. Pencitraan tentang budaya perusahaan teknologi, seperti Google, Facebook yang digambarkan ‘nyantai’ dengan membolehkan karyawan bersepeda di ruangan kantor, ada tempat khusus karaoke, bisa main billiar di sela-sela pekerjaan, serta ada fasilitas mini-bar, tentu menjadi daya tarik tersendiri. Di mana hal tersebut, jarang terdengar ada dalam penawaran di perusahaan-perusahaan konvensional sebelumnya.

Lantas bagaimana bisa menembus ketatnya persaingan untuk bisa masuk ke perusahaan seperti Google atau Apple? Mungkin ada baiknya, kita simak triknya Gayle Laakmann McDowell. McDowell ini memiliki track record di tiga perusahaan teknologi terbesar saat ini, Apple, Google dan Microsoft. Belum lama ini, ia meluncurkan buku berjudul “The Google Resume”. Buku ini berisi tentang bagaimana kiat mendapatkan pekerjaan di perusahaan teknologi terbesar dan apa strateginya yang membuat calon bisa terlihat menonjol.

Beberapa trik dikabarkan seorang kandidat harus memiliki IPK sempurna, dan sebagian yang lain menyebutkan ia musti berasal dari sebuah universitas elit, agar kandidat tersebut terlihat menarik di mata Google dan Apple.

Namun begitu, ada 9 hal, setidaknya menurut McDowell seperti ditulis businessinsider.com, menjadi pandangan umum yang salah kaprah ketika orang akan pergi melamar ke perusahaa raksasa teknologi, terutama ketika mereka masih muda dan baru akan memulai berburu pekerjaan.

9 hal tersebut adalah;

1.You didn’t go to an elite college

McDowell menyebutkan bahwa para raksasa teknologi tidak peduli dari mana Anda berasal. Tentu saja ada pengecualian, Ivy League atau universitas top lainnya akan membuat Anda sedikit menonjol. McDowell menyarankan, jika Anda bukan berasal dari perguruan tinggi yang kurang terkenal, cobalah dengan mencari database alumni, masuk jaringan profesional, atau meminta bantuan profesor menemukan cara lain untuk bisa masuk.

2.You were a waitress instead of an intern when you were 19
Kebanyakan siswa yang ingin lulus dengan pekerjaan, tahu bahwa mereka perlu mendapatkan pengalaman magang yang relevan saat masih di sekolah. Namun apakah ini perlu dilakukan di tahun pertama? McDowell mengatakan bahwa saatnya untuk memulai, semakin cepat semakin baik. McDowell menceritakan pekerjaan pertamanya adalah melakukan pengembangan web di musim panas sebelum ia memulai kuliah. Dia pun mendorong kandidat yang tertarik masuk ke Google untuk menemukan pengalaman kerja serupa, apakah itu bekerja untuk seorang profesor yang relevan atau calling a startup interning for free.

3.You majored in liberal arts
Tentu, itu terdengar menyenangkan bisa menjadi ahli sejarah seni besar ketika Anda masih kuliah. Tapi jangan ini dijadikan pilihan utama jika Anda serius ingin bekerja untuk Google atau Apple. McDowell mengatakan, “Tidak masalah memang jika itu menjadi pilihan dan Anda menyukainya. Tapi jujur, hal tersebut adalah penting.” Ia mendorong siswa untuk memilih jurusan yang secara langsung relevan ke Google atau Apple. Keuangan, akuntansi, pemasaran atau jurusan ilmu komputer adalah bidikan terbaik para tech recruiter.

4.You haven’t done community service. Or, if you have, you were the soup server
Kegiatan volunteering dapat mempercantik resume Anda. Tapi buru-buru McDowell mengingatkan, “don’t serve soup in a soup kitchen.” Ini artinya, Anda bisa menyiasati melalui kegiatan yang relevan seperti techie or startup dalam kegiatan amal. McDowell memberikan ide agar kandidat bisa membantu bagian penjualan atau posisi pemasaran. Usul lainnya, bisa saja Anda membantu badan amal dengan menangani situs web dan desain.

5.You’re a bad writer
Menulis dan keterampilan komunikasi tidak hanya diperlukan untuk pekerjaan di media saja. Kedua keahlian ini sama pentingnya dalam karir Anda. McDowell menekankan perlunya belajar untuk menulis dan berbicara dengan baik jika Anda ingin pekerjaan di sebuah perusahaan teknologi besar. Anda harus mengekspresikan diri dengan cara yang jelas, bersih dan profesional.

6.You didn’t get to know your college professors
Jika Anda tidak pernah melibatkan diri dan bergaul dengan professors Anda, McDowell mengatakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan. Dengan hanya pekerjaan ringan yang bisa dilakukan, semisal mengambilkan kopi kepada salah satu profesor dan terlibat dalam pembicaraan ringan yang antusias, itu bisa menjadi ‘senjata’ agar professor tersebut mau menuliskan beberapa huruf rekomendasi untuk aplikasi pekerjaan Anda.

“Mereka cukup kuat membantu Anda mendapatkan pekerjaan di Google, Microsoft, Amazon dan Wharton,” ingat McDowell. Professors tidak hanya terkesan dengan bagaimana Anda melakukannya di kelas mereka. McDowell menyarankan agar para mahasiswa tidak segan-segan membantu profesor-nya dalam proyek-proyek penelitian, menawarkan bantuan di jam kantor, atau menjadi asisten dosen.

7.You aren’t a generalist
Jika Anda ingin bekerja di salah satu perusahaan teknologi atas, ada baiknya Anda memiliki setidaknya pemahaman dasar tentang beberapa posisi dalam organisasi. McDowell menyebut ini sebagai Generalist. “Para manajer program yang terbaik, para pemasar terbaik, dan para pengembang terbaik memiliki sesuatu yang sama: Mereka masing-masing memahami peran yang lain,” tulisnya sambil mengingatkan mulailah dari memahami peran Anda dan rekan di sekeliling Anda.

8.You aren’t an entrepreneur
“Jika kegiatan volunteering Anda ternyata menjadi alasan perekrut menelepon, mulailah dengan sesuatu ide dan usulan yang membuat mereka tercuri perhatiannya,” imbuh McDowell. Cara ini menurutnya bisa meningkatkan prosentase peluang mereka mendapatkan wawancara. Untuk terlihat atraktif, Anda harus bisa menunjukkan upaya lebih yang bisa Anda lakukan. Termasuk, jika Anda tidak siap untuk memulai bisnis secara penuh, minimal tawarkan kepada mereka untuk menjaga blog atau mengatur sebuah klub baru.

9.Good news: Your GPA doesn’t matter very much
Kebanyakan orang berpikir perusahaan teknologi, Google khususnya, harp over candidates’ GPAs. McDowell lantas menekankan, “The top companies look for the top candidates — people with a track record of success. Your GPA is one point on that graph, but there are other points, too, and you can recover from any low point.”

O, ya, buku yang berjudul lengkap “The Google Resume: How to Prepare for a Career and Land a Job at Apple, Microsoft, Google, or any Top Tech Company”, saat ini sudah tersedia di toko online terbesar Amazon. Semoga menginspirasi. (@erkoes)

Tags: , , , , ,