8 Pertanyaan Unik yang Pernah Diajukan Saat Wawancara

Untuk merekrut kandidat yang tepat maka dibutuhkan pertanyaan yang tepat juga. Terkadang pertanyaan yang tepat tersebut tidak ada kaitannya dengan deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan. Namun meskipun begitu jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata dapat menjelaskan bagaimana sebenarnya kandidat di hadapan Anda. Inc.com telah mengumpulkan delapan pertanyaan tidak biasa yang pernah diajukan dalam proses wawancara untuk mendapatkan kandidat yang tepat. Apa sajakah pertanyaan tersebut? Simak pemaparannya di bawah ini.

1. “Apa restoran favorit Anda?”

Pertanyaan ini biasa diajukan oleh Justin Stefano selaku pemiliki Refinery29, kepada para calon pekerjanya. Menurut Stefano makanan merupakan bagian dari budaya yang sangat penting. “Anda pasti ingin orang yang bekerja dalam perusahaan Anda adalah orang yang sangat mengagungkan budaya mereka,” ungkap Stefano.

2. “Apakah hewan favorit Anda?”

Lain lagi dengan Ryan Holmes, selaku CEO dari Hootsuite. Menurut Holmes hewan yang disukai secara tidak langsung akan merepresentasikan kepribadian seseorang. Hal ini kemudian dicocokan dengan requirement yang dibutuhkan pada posisi yang pelamar inginkan. Apakah dengan kepribadiannya cocok ataukah tidak.

Baca juga: Pencari Kerja Bohong, Pertanyaan Wawancara Terlalu Pribadi

3. “Ceritakanlah tentang diri Anda.”

Pertanyaan seperti ini terkadang membuat para pelamar merasa terintimidasi. Namun perlu Anda ingat bahwa Anda membutuhkan seseorang yang dapat menunjukkan kreativitasnya. Menurut Richard Funess, selaku managing partner dalam Finn Partners, dengan pertanyaan tersebut pelamar seharusnya tidak perlu khawatir dengan jawaban mereka. “Melalui pertanyaan tersebut, jawaban pelamar akan dapat menjelaskan bagaimana sebenarnya dirinya, imajinasinya dan kemampuannya menciptakan ide baru,” ungkap Funess. Kandidat yang tepat pun secara tidak langsung akan memberikan pemaparan lebih detail mengenai dirinya yang tidak ia tulis dalam resume ataupun surat lamaran, tambah Funess.

4. “Ceritakanlah sebuah lelucon.”

Menurut Richard Branson, penulis buku The Virgin Way: Everything I Know About Leadership, setiap orang perlu memiliki rasa humor, termasuk para calon pelamar. Branson biasanya mencairkan suasana wawancara dengan meminta pelamar untuk menceritakan sebuah lelucon. Menurut Branson, meminta pelamar menceritakan suatu lelucon dapat mendorong pelamar untuk lebih menjadi dirinya sendiri dan lebih orisinil.

5. “Apa yang akan Anda lakukan jika Anda menemukan gajah di halaman rumah Anda?”

Pertanyaan yang cukup menarik dan menggelitik ini ditanyakan oleh Melissa Gordon selaku project manager pada agensi periklanan Moxie. Dengan mengajukan pertanyaan yang mungkin dapat membuat pelamar membelalakkan matanya ini Gordon dapat melihat sejauh mana zona nyaman pelamar dan secepat apa pelamar dapat berpikir kreatif.

6. “Apakah Anda pernah memainkan suatu permainan olahraga? Apa olahraga tersebut dan apa posisi Anda dalam tim?”

Pertanyaan ini ditanyakan oleh Vanessa Nornberg, selaku founder perusahaan perhiasan Metal Mafia, pada calon pekerjanya. Nornberg menyatakan bahwa ia mencari pekerja yang memiliki tujuan untuk memenangkan permainan. “Saya mengingikan orang yang akan mengusahakan segala hal untuk membuat timnya memenangkan pertandingan,” ungkap Nornberg. Pemain yang kompetitif biasanya memiliki etos kerja yang cukup tinggi, tambah Nornberg.

7. “Jika Anda membuka bisnis, jenis bisnis apa yang Anda inginkan dan mengapa?”

Pertanyaan ini juga ditanyakan oleh Nornberg pada calon pekerjanya. Bukan berarti ia mengharapkan pelamarnya menjawab sesuai dengan tipe perusahaanya. Namun Nornberg ingin mendengar jawaban yang bermakna dan detail dari calon pelamarnya. Jawaban yang jujur, bermakna dan detail dapat membedakan pelamar yang satu dengan yang lainnya.

8. “Maaf, sepertinya Anda tidak tepat untuk posisi ini.”

Pernyataan yang terkesan cukup kejam ini dikemukakan oleh Tejune Kang, selaku pemiliki IT consulting service Six Dimensions. Ketika ditanya alasannya Kang menjawab bahwa dunia ini memiliki terlalu banyak orang yang biasa-biasa saja. “Saya tidak hanya ingin sekedar berkompetisi. Namun saya ingin menjadi superstar karena saya ingin memenangkan Super Bowl,” ungkap Kang. Menyatakan bahwa pelamar tidak mendapatkan posisi tersebut, meskipun menurut Kang orang itu tepat, akan memotivasi kandidat untuk lebih menunjukkan bahwa mereka berhak dan tepat bagi posisi tersebut.

Baca juga: Sukses Perusahaan Dimulai dari Pertanyaan dalam Wawancara Seleksi Karyawan

Tags: , ,