7 Tools Rekrutmen yang Moncer di tahun 2012

linkedin

Banyak perusahaan mengeluh, saat ini sulit sekali mendapatkan kandidat yang baik di pasar. Beragam faktor menjadi alasan kenapa kandidat sulit ditemukan. Fakta bahwa banyak kandidat berkumpul di beberapa perusahaan saja, menjadi warna dalam persaingan mendapatkan talent.

Berikut ini ada 7 tools rekrutmen yang bisa Anda manfaatkan.

1) Social Media Recruiting Wars. Dalam perlombaan merekrut via social media, rajanya memang masih dipegang oleh LinkedIn. LinkedIn saat ini belum tergeser dan masih menjadi pilihan utama. Namun sejak diluncurkan tahun lalu, Google + kini mencuri perhatian, di mana salah satu fiturnya, yakni “Circle” bisa dimanfaatkan untuk melacak track record dari seorang kandidat. Seolah tidak mau kalah bersaing, Facebook juga membuka diri bekerjasama dengan pihak ketiga melalui vendor aplikasi. Hasilnya, kini Facebook bergerak sebagai alat perekrutan yang berguna, terutama dengan aplikasi jaringan profesional seperti BranchOut dan BeKnown yang membantu pengguna menemukan pekerjaan melalui teman-teman Facebook mereka. BranchOut GM Enterprise belum lama ini menyebutkan, 18,4 juta orang Amerika mengaku menemukan pekerjaan mereka saat ini melalui Facebook.

2) Mobile Recruiting. MSNBC baru-baru ini melansir data bahwa 25% orang menggunakan smartphone mereka daripada komputer untuk sebagian besar aktivitas berselancar di dunia maya. Rupanya ini yang menjelaskan kenapa banyak yang melirik sebagai ceruk kandidat yang mesti diburu. Jumlah ini pasti tentu saja akan terus bertambah, sehingga jika Anda aware, Anda bisa mempersiapkan bagaimana situs web Anda bisa diakses dari berbagai jenis smartphone. Anda pun bisa merancang aplikasi lamaran kerja yang mobile-friendly. Salah satu cara yang mungkin menarik untuk dicoba adalah dengan menggunakan QR Code. Tentang tekonologi QR Code yang bermanfaat untuk proses rekrutmen ini akan dibedah tersendiri di PortalHR.

3) Refferals. Cara merekrut melalui refferals bisa dibilang cara klasik. Namun begitu, langkah ini terbilang efektif dan rendah biaya. Tantangannya adalah Anda harus menemukan sumber refferals yang kredibel. Kecenderungan referrals yang baik, ia akan mengajak atau merekomendasikan teman, saudara, maupun kolega yang juga sama-sama baik. Ia mempunyai beban moral jika orang yang direferensikannya nantinya bermasalah.

4) Internal transfers. Cara ini juga masih digunakan di banyak perusahaan. Selain memberikan jenjang karir kepada karyawan yang sudah lama bergabung, cara ini juga diyakini bisa menekan adanya friksi jika harus mengambil orang dari luar. Orang internal, minimal sudah mengetahui budaya perusahaan sehingga ia tidak butuh waktu lama dalam beradaptasi jika harus ditempatkan di posisi yang baru.

5) Jemput bola. Kini marak sekali diselenggarakan job-fair, yang sama-sama kita tahu, pengunjungnya selalu membludak. Ini menunjukkan memang di luaran sana, banyak sekali orang yang belum memiliki pekerjaan atau bermaksud pindah kerja. Persoalannya, jumlah yang banyak ini tidak berbanding lurus dengan kualitas. Anda bisa dibanjiri aplikasi di acara job-fair semacam ini, namun apakah kandidat sudah sesuai dengan yang anda cari, ini menjadi pertanyaan berikutnya. Selain job-fair, jemput bola ini bisa dilakukan melalui kerjasama dengan kampus maupun sekolah-sekolah kejuruan, semisal SMK dan STM.

6) Iklan di media cetak. Meskipun mulai tersaingi dengan rekrutmen tools yang memanfaatkan jejaring social, beriklan di media massa (koran, majalah, tabloid) ternyata masih juga dilakukan. Tentu beragam versi kalau ditanya apa alasannya. Yang jelas, perusahaan memasang iklan di koran besar nasional masih menjadi prestise tersendiri. Ketika harus dihadapkan dengan efektifitas, mungkin suatu saat perusahaan akan berpikir tujuh kali sebelum memasang iklan di media cetak. Itu menjadi lain soal.

7) Situs karir. Selain bergabung dengan situs karir yang sudah ada, Anda bisa melirik situs perusahaan sendiri. Kenapa tidak, toh sekarang banyak perusahaan memanfaatkan websitenya sebagai sarana drop CV bagi para kandidat. Situs yang menarik dan user-friendly, tentu akan menjadi pengalaman menarik buat para pencari kerja dalam memanfaatkan fasilitas di era paperless ini. Buatlah website yang seksi untuk menarik minat para pencari kerja. Tidak kalah penting, berikan respon yang cepat untuk setiap aplikasi yang masuk. Sayangnya, feature drop CV melalui situs perusahaan ini kurang dikelola. Ia hanyalah ibarat kotak surat yang tidak jelas kapan dibukanya. Jika Anda serius dengan citra perusahaan, kelolalah situs perusahaan dengan benar. (rudi@portalhr.com/@erkoes)

Tags: , , , ,