7 Kesalahan dalam Resume ini Sebabkan Pelamar Ditolak dalam Sekejap

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh SHRM, ditemukan bahwa tiga perempat dari para praktisi HR membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menilai suatu resume apakah pelamar tersebut berhak masuk ke tahapan rekrutmen berikutnya.

“Lima menit sebenarnya termasuk lama, bahkan ada beberapa yang hanya membutuhkan waktu 30 detik saja untuk menilai resume pelamar,” ungkap Doug Arms, selalu vice president Kelly Services.

Menurut para praktisi di bidang rekrutmen, mereka dapat melihat tanda-tanda tertentu yang membantu mereka untuk mendapat kesan pertama dari para pelamar melalui resume mereka. Berikut merupakan contoh-contoh resume yang membuat pelamar terlihat berbeda dari yang lain, ceroboh, tidak dewasa atau hanya sekedar coba-coba.

Dan satu lagi, selain latar belakang dan pengalaman kerja, hal-hal ini juga diperhatikan oleh para rekruter. Berikut akan dipaparkan mengenai tujuh kesalahan dalam resume yang dilihat para rekruter dalam sekejap:

Baca juga: Tiga kesalahan menulis resume

1. Menggunakan Alamat Email yang Aneh

Rekan kuliah Anda mungkin tahu mengapa hairofthedogdude@yahoo.com adalah nama yang cocok untuk Anda. Namun para rekruter tidak tahu. “Hal ini menggambarkan kredibilitas seseorang,” ungkap Arms. Jadi alangkah lebih baiknya jika Anda membuat email baru yang lebih professional dan menunjukkan kredibilitas Anda.

2. Membuat Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa

Adanya kesalahan pada ejaan kalimat dalam resume Anda, tata bahasa yang kurang tepat ataupun typo dalam resume Anda, akan membuat rekruter malas membaca resume Anda. Menurut Arms, “Jika Anda tidak bisa terlihat meyakinkan melalui resume Anda, bagaimana kami dapat mempercayai Anda bahwa Anda adalah seseorang yang detail dalam menyelesaikan pekerjaan Anda?”

3. Mempergunakan Font yang Aneh, Terlalu Banyak Warna dan Gambar

Jika Anda bukan melamar pada posisi yang membutuhkan kemampuan seni Anda, usahakan resume Anda terlihat bersih, rapi dan sederhana. Bahkan seseorang yang akan melamar pada posisi desain grafis sekalipun disarankan untuk tidak menunjukkan kemampuan desainnya dalam resume, melainkan pada portofolio yang juga dilampirkan bersamaan dengan resume. “Buatlah resume yang sederhana dan bersih. Jika kami membutuhkan waktu cukup lama untuk membaca resume Anda, maka dapat dipastikan Anda tidak akan melaju ke tahap berikutnya,” ungkap Maryanne Rainone, selaku managing director di Heyman Associates.

4. Tidak Menuliskan Keywords

Persyaratan khusus mengenai pekerjaan yang Anda inginkan dan kemampuan Anda yang relevan dengan pekerjaan tersebut, menjadi fitur penting yang harus ada dalam resume dan profil LinkedIn Anda. Beberapa perusahaan mempergunakan perangkat lunak tertentu untuk membantu mereka melakukan sortir atas resume yang masuk dengan mempergunakan keywords. Para rekruter juga mempergunakan keywords ketika mencari pelamar melalui LinkedIn dan jejaring sosial lain. Maka dari itu, keywords menjadi penting untuk Anda tuliskan dalam resume Anda.

5. Tidak Menulis Prestasi Anda

Dibandingkan menuliskan pekerjaan sehari-hari Anda pada bagian pekerjaan sebelumnya dan saat ini, akan lebih menarik perhatian jika Anda menuliskan apa yang pernah Anda raih dalam pekerjaan tersebut. Misalnya berhasil menggandakan penjualan, meningkatkan penonton sampai 30% ataupun melakukan negoisasi dengan perusahan tertentu.

6. Menuliskan Terlalu Banyak

Para rekruter tidak akan membaca paragraf Anda yang terlalu panjang. Akan lebih baik jika Anda menuliskan resume Anda dalam bentuk poin-poin. Usahakan resume Anda paling panjang dua halaman. Karena jika terlalu panjang, rekruter pun akan berpikir dua kali untuk membaca resume Anda.

7. Tidak Menuliskan Tanggal

Ini kesalahan yang kerap kali terjadi. Pelamar tidak menuliskan tanggal dan tahun pada pekerjaan yang sebelumnya pernah dilakukan. Menurut Rainone, “Ini memperlihatkan bahwa calon pelamar sedang menutupi sesuatu.” Maka dari itu pastikan Anda menuliskan dengan lengkap bulan dan tahun pada bagian pengalaman bekerja Anda.

Baca juga: 10 Kebohongan dalam Resume

Tags: , , ,