3 Tips Melirik Fresh Graduates Terbaik Melalui Resume

usaf-academy-89617_640

Setiap hari seorang rekruter dihadapkan dengan puluhan bahkan ratusan resume dari para pelamar. Apalagi dari para fresh graduates. Sebagai seorang rekruter ia menilai para fresh graduates ini berdasarkan resume yang mereka kirimkan, melalui profile LinkedIn dan bagaimana para fresh graduates ini terlihat di atas kertas.

usaf-academy-89617_640

(Sumber image: pixabaycom)

Perlu Anda ketahui bahwa kebanyakan fresh graduates tidak menganggap seperti itu. Mereka tidak meyakini bahwa diri mereka menggambarkan diri mereka hanya dalam selembar kertas. Mungkin mereka memang benar adanya.

Baca juga: Kesalahan Umum Fresh Graduate Ketika Mencari Kerja

Sebuah resume memang membuat proses perekrutan menjadi lebih mudah. Namun resume dapat membuat mereka yang hebat terlihat menjadi tidak hebat ataupun sebaliknya. Sebagai rekruter wajar jika bertanya-tanya, apakah ia orang yang tepat ataukah tidak. Resume memang tidak akan dapat menjawab pertanyaan Anda.

Namun begitu, Antonio Neves, salah satu kontributor dalam Entrepreneurcom, memberikan beberapa tipsnya bagi Anda bagaiamana caranya melihat fresh graduates yang hebat. Apa saja tipsnya? Simak pemaparannya berikut ini.

1. Apa yang sudah mereka selesaikan?

Biaya kuliah yang mahal membuat para mahasiswa lebih terfokus untuk menyelesaikan urusan akademisnya terlebih dahulu. Sehingga mereka mengesampingkan kegiatan seperti magang di perusahaan ataupun mencari pengalaman kerja.

Kurang atau tidak adanya pengalaman kerja bukan berarti membuat para fresh graduates menjadi tidak menonjol. Anda bisa melihat dari apa yang pernah mereka selesaikan selama menjadi mahasiswa.

Seseorang yang mampu menyelesaikan sesuatu artinya ia konsisten dengan apa yang ia kerjakan dan memiliki motivasi yang tinggi. Hal ini bisa berupa berbagai macam hal. Misalnya seperti mahasiswa yang bekerja sukarela untuk organisasi nonprofit, konsisten menulis blog, mencari dana untuk organisasi mereka ataupun menghasilkan lagu bersama band mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan satu hal yang sifatnya personal dan biasanya tidak berkaitan dengan kehidupan kerja. Namun ini merupakan salah satu indikator bahwa mereka dapat dipercaya dan tidak hanya sekedar mengikuti arus.

Baca juga: Fresh Graduate Rela Menganggur untuk Menunggu Jadi Karyawan

2. Apakah mereka aktif di media sosial?

Sebagian besar rekruter akan mengecek media sosial calon pekerjanya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan mencari tahu apakah calon pekerjanya berpotensi ataupun tidak berpotensi untuk bekerja di perusahaannya. Perlu Anda ketahui bahwa mahasiswa saat ini sudah lebih cerdas dalam memilih apa yang akan mereka post di media sosial.

Pada masa kini, anak muda jauh lebih kreatif dalam membuat pencitraan mereka di media sosial. Salah satunya adalah untuk menarik perhatian perusahaan.

Jadi ketika Anda mengecek media sosial calon pekerja Anda, Anda bisa melihat apakah ia memiliki selera humor yang baik, memiliki semangat untuk tetap maju dan bahkan mengetahui apakah ia memiliki nilai-nilai yang dianut perusahaan ataukah tidak.

3. Apakah mereka dapat bangkit setelah menghadapi situasi sulit?

Ketika dihadapkan oleh situasi yang sulit, bagaimana respon pelamar? Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua pengalaman yang dimiliki setiap mahasiswa itu sama.

Hal ini dituliskan oleh Frank Bruni dalam bukunya yang berjudul, “Where You Go Is Not Who You’ll Be.” Beberapa mahasiswa memilih untuk bekerja paruh waktu, sedangkan sebagian lagi memilih untuk aktif di organisasi dan sisanya hanya menjadi mahasiswa yang kupu-kupu.

Calon yang perlu Anda pertimbangkan adalah mereka yang telah menghadapi banyak tantangan. Misalnya seperti bekerja sambil kuliah, bangkit dari semester yang buruk karena terlalu aktif berorganisasi ataupun membiayai kuliah mereka sendiri. Perhatikan mereka yang menunjukkan tekad dan komitmen.

Kesempatan dan tanggung jawab berada di tangan para rekruter dalam mengevaluasi resume pelamarnya. Ketika seorang rekruter melakukannya maka mereka dapat melihat mana ‘diamonds in the rough’ yang dapat dikembangkan sebagai top performers. (*)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,