3 Cara Ini Cocok Bagi Social Entrepreneur Atasi Masalah Talent

what-surprised-most-social-entrepreneur

Belakangan ini, dampak berkembangnya social entrepreneur atau pengusaha yang bergerak dalam bidang kemaslahatan masyarakat, semakin terlihat. Misalnya saja, mereka membawa lampu-lampu listrik ke daerah pedalaman, menghidupkan industri kain tenun yang sudah lama ditinggalkan dan bidang-bidang bisnis lainnya.

socio

Bahwa pengusaha tersebut mampu memberikan perubahan bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan lagi. Ada ratusan contoh jika kita ingin mencarinya. Tetapi ada satu hal yang patut kita pertanyakan yakni adanya ribuan talent potensial yang masih belum bisa terjaring dalam bisnis ini. Talent menjadi satu kebutuhan yang sulit terpenuhi sehingga potensi pengusaha sosial ini belum optimal.

Rippleworks, sebuah lembaga swasta yang mendukung perkembangan bisnis pemula dengan memberikan pembimbing (coach) dari Silicon Valey melakukan survey terhadap 628 social-preneur dari seluruh dunia. Riset tersebut difokuskan untuk mengetahui hambatan utama pertumbuhan bisnis sosial. Riset yang dibantu oleh tim analis dari McKinsey dan Omidyar Network, sebagai penyedia dana tersebut, melibatkan interview dengan 37 investor dan 10 leader social enterprise.

Dari penelitian, didapatkan hasil bahwa hambatan utama untuk menjadi seorang pebisnis sosial adalah uang. Sebesar 48% dari responden yang diriset menyatakan bahwa dana adalah tantangan utama bagi mereka. Selain dana, ternyata ada satu masalah lagi yang berdampak cukup signifikan dalam perkembangan bisnis sosial. Hal tersebut adalah talent atau sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Media Sosial Kini Jadi Pilihan Utama dalam Hal Rekrutmen

Setidaknya, 36% dari responden mengatakan bahwa akuisisi dan resistensi talent adalah salah satu hal yang sulit dipecahkan. Tiga perempat dari total bisnis sosial yang masih berada pada tahap awal tetapi telah mendapatkan pendanaan, mengaku bahwa kesulitan dalam mengakses talent unggulan berpotensi menghambat bisnis secara signifikan.

NEXT: 3 Hal Antisipasi Kurangnya Talent