Punya Karyawan dengan 3 Karakter ini? Pertahankan Mereka!

Dalam sebuah ulasan di situs Entrepreneur.com, AJ Agrawal seorang penulis, pengusaha dan co-founder dari Alumnify berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menyusun sebuah tim. Menurutnya, selama ini kita, pemberi kerja atau praktisi rekrutmen, mencari karyawan baru berkemungkinan untuk mendapat kandidat yang bagus maupun yang buruk. Untuk mengenali apakah kita telah menemukan anggota team yang dapat diandalkan, disebutkan 3 karakter yang biasa dimiliki oleh seorang anggota team yang hebat, yaitu:

1. Mengerjakan apapun yang perlu dikerjakan demi kesuksesan organisasi

Merintis sebuah start up, lazim sekali jika awalnya kita hanya memiliki satu atau dua orang karyawan. Kemudian semakin besar skala bisnis, kita akan memiliki sebuah tim yang solid dan sebuah kantor. Namun, adakalanya anggota tim tersebut harus multi-tasking karena memang jumlah karyawan yang masih terbatas. Bisa saja developer software harus berperan sebagai customer service dan sebagainya. Hal ini akan membuat sebagian anggota team menjadi keteteran sehingga mereka keluar dari organisasi.
Meskipun demikian, akan ada karyawan yang memutuskan untuk tetap tinggal. Mereka masih bertahan meski harus mengerjakan tugas yang sebetulnya bukan jobdesk-nya. Orang-orang yang rela melangkahkan kaki untuk menghadapi tantangan tersebutlah yang bisa dikatakan sangat berharga bagi team. Mereka adalah orang yang akan selalu ada dalam kondisi jatuh bangun perusahaan. Dan untuk itulah, kita sebagai leader perlu mati-matian mempertahankannya. Anggota tim yang hebat akan bertaruh untuk kebaikan perusahaan sedangkan mediocre akan memaparkan banyak sekali alasan yang pada akhirnya akan membuat kita sulit untuk maju.

Baca juga: Apa kabar karyawan pertama raksasa teknologi dunia?

2. Mencari cara untuk mengembangkan kualitas personal dan profesional

Seorang pemain yang hebat tidak akan cepat merasa puas dengan keterampilan yang telah mereka miliki. Kandidat yang kompeten sering kali mengembangkan potensi dirinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan di luar pekerjaan sehari-harinya di perusahaan. Misalnya saja hiking, membaca buku atau belajar memasak.
Cara pandang seseorang terhadap kehidupan personal juga berkorelasi dengan kehidupan professional seseorang. Misalnya saja orang yang pantang menyerah, memiliki obsesi untuk mengembangkan diri sendiri, biasanya akan terbawa ke kehidupan professional dengan selalu berusaha menggapai kesuksesan perusahaan. Dengan begitu, keinginan mereka untuk terus berkembang secara tidak langsung telah menjadi katalis bagi implementasi budaya (culture) yang dianut perusahaan.

3. Konsisten

Seringkali kita menemukan orang yang pada suatu waktu motivasinya sangat besar, tetapi di waktu lain ia kembali malas dan melupakan visi-visi yang sudah dibuat ketika sedang semangat. Contohnya adalah ketika di awal tahun orang-orang membuat resolusi, dua minggu kemudian ia akan kembali lembek seperti sebelum tahun berganti.
Sama halnya di perusahaan, adakalanya kita menemukan karyawan yang di satu waktu semangat sekali sedangkan di waktu lain semangat tersebut hilang sama sekali. Namun, di antara orang-orang dengan karakter tersebut, kita menemukan ada orang yang cukup konsisten, membalas email setiap hari dan melakukan tugas-tugas yang mungkin sepele di mata orang lain. Bagaimampun, seorang leader menyukai orang yang selalu terdepan dalam hal kelancaran komunikasi. Mereka mudah dihubungi dan konsisten melakukan pekerjaan yang meskipun kecil tetapi sering dilewatkan oleh karyawan lain. Terkadang, orang-orang seperti itu justru lebih bisa diandalkan.
Seseorang dikatakan hebat bukan karena satu momen heroic yang pernah ia lakukan. Namun, dari kemauan untuk melakukan hal-hal yang orang lain anggap membosankan secara konsisten sampai ia mengusai hal tersebut.

Baca juga: Sumarlan Wibawa: My HR Team is My First Class Employee

Tags: