Puas Bukan Berarti Loyal

Kepuasan terhadap pekerjaan tidak menjamin loyalitas karyawan dengan perusahaan tempat kerjanya. Pernyataan tersebut tercermin dari hasil survey LinkedIn yang bertajuk “Talent Trend 2014”.

Dalam survey tersebut, didapatkan hasil bahwa ternyata professional di Indonesia memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibanding pekerja di negara lain. Sebesar 84% responden Indonesia mengatakan puas dengan pekerjaannya dan ini merupakan persentase tertinggi dibandingkan negara lain yang disurvei. Meskipun puas, hasil survey juga menunjukkan bahwa mereka masih mengharapkan pekerjaan lain yang menurut mereka lebih baik.

Sebanyak 29% dari responden menyatakan bahwa mereka aktif mencari peluang kerja baru. Dari 29% tersebut, sebagian mencari dengan aktif (sebesar 15%) dan sisanya hanya mencari sesekali saja.  Sedangkan sebesar 61% menyatakan bahwa mereka adalah kandidat pasif tetapi masih mungkin menerima pekerjaan baru jika ada kesempatan atau tawaran. Hanya 10% yang mengaku benar-benar tidak ingin berpindah ke perusahaan lain. Tentunya kandidat yang tidak puas dengan pekerjaannya memiliki kecenderungan untuk menjadi kandidat aktif.

Baca juga: “Happy Employee” Belum Tentu Loyal

Baik kandidat aktif maupun pasif, memiliki prioritas tersendiri dalam hal motivasi pindah kerja. Kompensasi yang lebih baik menjadi prioritas pertama bagi kandidat aktif maupun pasif. Sedangkan di urutan kedua, kandidat aktif mengutamakan tantangan dalam bekerja dan kualitas perusahaan berada di urutan ke tiga. Kandidat pasif, menempatkan work-life-balance di urutan kedua dan jenjang karir di urutan ke tiga.

Setiap bulannya, kandidat aktif maupun pasif terlibat dalam suatu aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan karier mereka. Faktanya, sebanyak 48% profesional di Indonesia rajin memperbarui resume dan profil profesional mereka. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dunia (46%).

Selain itu, sebanyak 48% profesional di Indonesia memiliki aktivitas yang tinggi dengan jaringan profesionalnya – angka ini sedikit di atas rata-rata dunia (47%). Fakta menarik yang juga diungkap adalah banyak head-hunter yang menyadari bahwa profesional di Indonesia terbuka dalam menerima dan mempertimbangkan pekerjaan baru – sebanyak 48% profesional di Indonesia melaporkan bahwa mereka dihubungi oleh perekrut dalam waktu satu bulan terakhir- Angka ini merupakan angka tertinggi kedua di Asia tenggara, berada di bawah Singapura (52%) dan di atas Malaysia (44%)

Baca juga: Kepuasan Karyawan, Bisa Diciptakan lho…

Tags: ,