Produktivitas VS Kreativitas

Produktivitas adalah satu hal yang mati-matian dicari oleh para pelaku bisnis. Mereka merekrut orang, membeli mesin atau teknologi baru, membenahi organisasi dengan harapan yang berujung pada produktivitas. Produktivitas layaknya sebuah gir dalam sebuah mesin yang menggerakkan sebuah sistem dan menghasilkan output seperti yang diharapkan.

Kreativitas, justru sebaliknya, adalah pengganggu dalam menggiatkan produktivitas tersebut. Ia muncul tiba-tiba dan membuncah, menghentikan kerja Anda dan tidak akan berhenti mengetuk sebelum Anda menuangkannya dalam bentuk tulisan. Sekilas, kreativitas adalah hambatan dari produktivitas sendiri. Meskipun hal ini menjadi sangat dibutuhkan ketika kita ingin merencanakan sesuatu yang besar, tetapi tidak demikian jika kita sudah dihadapkan pada deadline di depan mata.

Lalu, apakah kreativitas selalu berjalan berlawanan arah dengan produktivitas? Adakah suatu cara yang membuat mereka berjalan beriringan? Jawabannya adalah bisa, atau setidaknya masih mungkin diusahakan apabila kita berada pada situasi tempat kerja yang mendukung kedua hal tersebut eksis pada saat yang bersamaan. Dikutip dari entrepreneur.com, berikut adalah 5 hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan lingkungan kerja yang kondusif terhadap produktivitas dan kreativitas tersebut:

Baca juga: 7 Tips Mengelola Tim Kreatif

1. Mendorong kreativitas dapat menumbuhkan etos bekerja menembus batas

Tidak ada seorangpun tahu dari mana datangnya kreativitas. Namun, satu hal yang pasti, kreativitas tidak datang dari sesuatu yang bernama “kita selalu melakukannya dengan cara ini”, tanpa mengindahkan inovasi. Inovasi, dalam hal apapun, entah itu berupa produk baru atau sekedar bisnis proses yang baru, adalah seauatu yang berharga dalam persaingan bisnis.

Mengaplikasikan kreativitas dalam aktivitas kerja sehari-hari akan menumbuhkan sebuah budaya kerja yang tanpa batasan apapun. Para karyawan atau anggota tim mempunyai kebebasan untuk melupakan cara lama dan mencoba cara yang baru. Karena jika tidak demikian, kita tidak akan pernah tahu apakah produktivitas kita bisa ditingkatkan dengan cara yang lain atau tidak. Hal baru ini juga akan mencegah karyawan dihinggapi kebosanan akan rutinitas sehari-hari.

2. Menyelesaikan masalah yang lebih kompleks

Produktivitas acapkali didefinisikan sebagai melakukan kegiatan yang sama dengan cara yang lebih efisien dari waktu ke waktu. Hal ini memang bagus untuk beberapa hal dalam bisnis kita, tetapi menjadi ganjalan ketika organisasi sedang menghadapi masalah yang lebih besar dan lain daripada yang pernah ada. Alasannya, anggota tim tidak pernah menantang diri mereka untuk melalukan hal yang lebih sulit atau berbeda dari biasanya.

Menggalakkan pola kerja kreatif membantu karyawan untuk melihat gambaran lebih luas dari masalah yang sedang dihadapi. Dengan demikian, mereka bisa memfokuskan produktivitas mereka pada hal-hal yang berdampak lebih besar pada proses bisnis. Memasukkan kreativitas dalam proses kerja menimbulkan konsekuensi logis bahwa produktivitas yang dihasilkan oleh karyawan menjadi lebih bermakna (meaningful) dan terus berkembang.

3. Menumbuhkan kepercayaan diri karyawan untuk membuat perubahan di tempat kerja

Membiarkan orang untuk menghasilkan impact yang konkret terhadap lingkungan kerjanya adalah sebuah motivator yang kuat. Tidak ada seorang pun yang mau mengerjakan daftar tugas yang sudah tersusun dari atasan, tanpa tahu apa maksud dan makna dari tugas tersebut. Salah satu kunci untuk menumbuhkan kreativitas pekerja adalah dengan menghargai ide mereka. Dan dalam waktu yang bersamaan, pekerja juga merasa lebih berarti yang kemudian memudahkan mereka untuk membuat sebuah inovasi.

Cara ini jelas bukan sekedar hadiah berupa produktivitas, melainkan sebuah upaya yang menyenangkan untuk meningkatkan loyalitas karyawan.

4. Investasi Emosi dari para Karyawan

Bekerja tanpa passion tak lebih dari melakukan pekerjaan yang sangat membosankan. Pada beberapa orang, passion bisa dengan mudah ditemukan, tetapi tidak sedikit yang memerlukan motivasi yang besar untuk menemukan passion dalam diri mereka. Tidak peduli pada departemen apapun tempat mereka bekerja, jika mereka mengedepankan kreativitas, mereka akan lebih bangga dengan kepemilikan sebuah ide, bukan semata-mata mengerjakan to-do list.

Jika seorang pekerja telah menginvestasikan idenya dalam sebuah proyek, maka bisa dipastikan dia akan lebih semangat mengerjakan proyek tersebut. Si pekerja akan berjuang lebih keras dan emosi mereka tercurah terhadap aktivitas apapun yang mereka kerjakan sehubungan dengan proyek tersebut.

5. Mengedepankan kreativitas berarti menghapuskan ketakutan akan kegagalan

Salah satu komponen penting dalam mendorong kreativitas adalah menyediakan ruang untuk kegagalan bagi para karyawan. Rasa takut akan gagal hanya akan melumpuhkan kreativitas dan menghambat aliran ide pada produktivitas. Ketakutan akan memenjarakan ide kita, layaknya kita akan selalu memberi warna di dalam garis pada sebuah objek, tidak pernah berpikir untuk melakukan improvisasi. Pun tidak pernah dekat dengan cara baru yang lebih efektif dalam melakukan sesuatu.

Kegagalan adalah sesuatu yang harus dirayakan dalam proses kreatif. Karena dari keberanian untuk bangkit dari kegagalan itulah sebuah inovasi terbentuk. Selanjutnya, inovasi itulah yang akan membawa kita pada produktivitas tingkat tinggi.

Baca juga: Kiat Fortune Merekrut dan Mempertahankan Generasi Kreatif

Tags: ,