Percuma Menghindar dari Kebiasaan Buruk Jika Tak Paham Psikologisnya

book-1869969_640

Jam dinding menunjukkan pukul tiga sore dan Anda sudah merasa kehabisan energi di kantor. Kemudian Anda berdiri menuju pantry dan makanan manis untuk menambah tenaga. Anda berjanji untuk melakukan ini sekali saja tetapi pada akhirnya Anda menjalani akhir pekan dengan penyesalan karena penambahan kolesterol dan sakit gigi karena mengonsumsi makanan manis setiap hari.

book-1869969_640

(Credit image: Pixabaycom)

Semua orang tentu tahu bahwa kebiasaan buruk akan menjauhkan kita dari target karir yang ingin dicapai. Kebiasaan buruk seperti terlalu banyak ngemil, suka menunda-nunda pekerjaan, malas membersihkan diri sebelum tidur, semua berpotensi merusak masa depan kita.

Dan meskipun Anda tahu bahwa Anda memiliki kapabilitas untuk menghindari kebiasaan buruk tersebut, Anda tetap kesulitan mengubahnya meski sudah berusaha. Melihat fenomena tersebut, mungkin saja bukan motivasi kurang kuat untuk berubah, tetapi memang Anda mengimplementasikan strategi yang salah untuk menghindar dari kebiasaan buruk.

Jika Anda mengalami hal yang sama, cobalah ikuti beberapa langkah berikut untuk mengurangi kebiasaan buruk, seperti dilansir dari inc.com,

  1. Kenali Psikologi dari Bad Habits

Anda sudah sering melakukan riset tentang bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk. Namun, hal itu akan sia-sia jika Anda tidak mengenali sebab-sebabnya. Dalam psikologi manusia, kebiasaan buruk melewati tiga tahapan, yang pertama adalah sinyal  (cue), kedua rutinitas atau kebiasaan buruk itu sendiri (routine) dan yang terakhir adalah imbalan atau dampak (reward).

Contohnya adalah ketika Anda menginginkan makanan manis untuk ngemil. Sinyalnya (cue) adalah Anda merasakan bosan dan kehabisan energi, kebiasaannya (routine) adalah Anda mencari makanan manis dan imbalannya (reward) Anda akan merasa bersemangat, meskipun dalam waktu singkat.

Langkah awal untuk menghindar dari kebiasaan buruk adalah dengan mengenali sinyal, kebiasaan dan imbalan dari kebiasaan buruk Anda. Termasuk juga hal-hal yang menyertainya misalnya kapan waktunya, siapa teman Anda dan emosi apa yang timbul.

  1. Eksplorasi Berbagai Alternatif Pengganti

Jika Anda sudah menemukan anatomi fase-fase kebiasaan buruk Anda, pikirkanlah alternatif kebiasaan lain yang lebih sehat tetapi akan memberi reward atau efek yang sama dengan kebiasaan sebelumnya. Kenali aktivitas apa yang akan memberikan kepuasan yang sama. Siapkan beberapa pilihan aktivitas, apakah itu menggantikan bermalas-malasan menonton TV dengan meditasi atau apapun yang membuat Anda memiliki hasil yang positif.

  1. Berkomitmen untuk berubah dan selalu mengingatkan diri sendiri

Setelah langkah kedua dan ketiga Anda lalui, saatnya untuk melakukan eksperimen dengan melakukan rutinitas baru yang lebih positif. Buatlah komitmen yang realistis yang mungkin Anda jalankan. Misalnya saja mecoba bermeditasi setelah pulang kerja untuk menghindari malas-malasan di sofa sambil bersosial media. Jika setelah dua minggu dijalankan dan teryata tidak berhasil, Anda bisa beralih ke rutinitas pengganti lainnya.

  1. Antisipasi Hambatan

Mengubah sikap yang sudah lama menjadi kebiasaan memanglah bukan pekerjaan mudah. Tidak ada orang yang kebal terhadap godaan-godaan untuk kembali pada kebiasaan lama. Tetapi jika Anda terjebak dalam situasi tersebut, jangan sekali-kali menghukum diri Anda dengan berprasangka negatif terhadap diri sendiri.

Sebaliknya, jadikan hal itu sebagai dorongan untuk menjadi lebih baik. Jika Anda berkomitmen untuk diet, berpikirlah cara lain yang bisa membuat Anda tetap sehat misalnya Anda makan makanan yang sehat, berjalan kaki ke kantor atau pikirkan akibat buruk yang akan timbul jika Anda tidak diet. (*)