Meja Kerja Berantakan Pertanda Pemiliknya Jenius, Benarkah?

meja kerja berantakan

Mark Twain, Thomas Edison, Albert Einstein dan Steve Jobs memiliki meja kerja yang berantakan, sama dengan tokoh jenius lainnya.

Meja ditemukan kurang lebih pada tahun 1200 sebelum masehi, merupakan alat sederhana berupa benda pipih mendatar yang dipergunakan meletakan sesuatu. Hingga abad modern ini, modifikasi terus terjadi meski fungsi dan bentuk dasarnya tetap sama, memiliki laci atau rak sebagai pelengkap.

clutter-2547201_640

(Credit image: Pixabay.com)

Pada umumnya, orang akan berpikir bahwa meja kerja yang rapih berdampak positif untuk produktivitas kerja. Namun, benarkan demikian? Beberapa pakar efisiensi justru berpendapat sebaliknya. Untuk menjadi produktif, kita tidak perlu terpaku pada aturan bahwa meja kerja harus tertata. Harus ada kotak ini untuk menaruh itu, atau semua barang harus ada dalam satu kotak.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota membuktikan hal tersebut. Konsep penelitian tersebut adalah menempatkan sejumlah mahasiswa di ruang kerja berantakan dan sejumlah lainnya di ruang kerja yang rapi. Kedua kelompok tersebut kemudian diberi tugas untuk mencetuskan ide-ide baru berkaitan dengan penyelesaian sebuah masalah.

Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa kedua kelompok mampu menghasilkan jumlah ide yang sama. Perbedaannya, kelompok yang bekerja di tempat berantakan memiliki ide yang lebih kreatif dibandingkan yang rapih, setelah dinilai oleh para juri.

Kenyataan bahwa kreativitas bisa muncul dari kondisi meja atau ruangan yang berantakan kerap kali diabaikan karena  kebanyakan orang masih terpaku pada program-program yang mengedepankan kerapian. Jika kita bisa mengesampingkan pandangan orang tentang meja yang berantakan atau mengacuhkan harga yang harus kita bayar demi mendapatkan kerapihan, bisa jadi situasi berantakan tersebut lebih menguntungkan.

meja kerja berantakan

(Image credit: GeetyImage)

Faktanya, budaya merapikan meja kerja adalah bentukan masyarakat pertengahan abad 20. Meja yang rapi menggambarkan karakter rajin dan semangat untuk belajar. Sebaliknya, meja yang berantakan menggambarkan kemalasan. Hal ini justru bertolak belakang dengan situasi zaman dahulu. Para tokoh jenius abad 18 meninggalkan mejanya dalam keadaan berantakan seperti tergambar dalam buku-buku sejarah. Mark Twain contohnya. Dalam fotonya, ia tampak selalu meninggalkan mejanya dalam keadaan berantakan.

Tidak hanya Mark Twain. Thomas Edison pun demikian. Albert Einstein juga tidak jauh berbeda. Bahkan, dia sangat dikenal dengan kalimatnya, “Jika meja yang berantakan dihubungkan dengan pikiran yang juga berantakan, bagaimana dengan meja yang kosong?” Dan belakangan ini  dikabarkan bahwa meja kerja Steve Jobs tak ubahnya sarang tikus karena sangat berantakan.

Jadi, mulai sekarang, apabila meja kerja Anda masih berantakan, jangan merasa bersalah pada orang-orang yang begitu cinta kerapihan. Meskipun meja berantakan tidak dapat membuktikan bahwa kita brilliant setidaknya ada kemungkinan bahwa kita adalah seorang jenius. (*)