PPM Manajemen Cetak Gen Y Leader melalui Young Managers Program

Yuniari Susilowati-PPM Manajemen-

Yuniari Susilowati-PPM Manajemen-

TIDAK DISANGKAL bahwa generasi muda atau yang akrab disebut Gen Y kini mulai mendominasi dunia tenaga kerja. Isu Gen Y di dalam organisasi ini makin penting untuk mendapat perhatian serius, mengingat kehadiran mereka akan semakin masif. Dalam rangka mengantisipasi mengelola sumber daya manusia di perusahaan, khususnya yang terkait dengan Gen Y, PPM Manajemen menawarkan program unik yang bernama Mini Trip to A Company.

Menurut Dr. Dra. Yuniari Susilowati, M.M., M.Sc., Head of Public Training PPM Manajemen Mini Trip to A Company adalah salah satu bagian dari Young Managers Program (YMP) 2015, yang kali ini para pesertanya akan diajak mengekplorasi Kota Solo di Jawa Tengah serta kunjungan ke Pabrik Javaplant.

“Dalam kegiatan YMP 2015 ini PPM Manajemen menjalin kerjasama dengan Javaplant untuk mengajak rombongan eksekutif dan pengambil keputusan di organisasi di bidang pengembangan SDM ke pabrik Javaplant, di mana Javaplant ini adalah salah satu dari 25 perusahaan yang paling inovatif dan berkembang sangat pesat di Indonesia menurut versi PDMA Indonesia-Swa, dan menariknya perusahaan ini dipimpin oleh CEO yang masih muda usia,” tutur Yuni kepada PortalHR.

Baca juga: Bagaimana mengelola Gen Y untuk Menyongsong Era Bonus Demografi

Yuni menjelaskan YMP ini penting bagi organisasi, karena dominasi tenaga kerja di Indonesia saat ini sudah mulai didominasi oleh GenY.  Yuni pun lantas berujar, “Apalagi kita akan menyonsong era bonus demografi, yang akan ditandai dengan booming-nya angkatan kerja yang masih produktif. Bonus demografi ini bisa menjadi anugerah tapi sekaligus menjadi bencana jika tidak bisa dikelola dengan baik. Generasi Y ini akan datang dalam jumlah banyak, dan kalau perusahaan tidak menyiapkan diri dengan mendidik para manajer mudanya, jadinya potensi ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.”

YMP, masih menurut Yuni, memang didesain khusus untuk para manajer muda, mendidik manajer muda dengan mengenalkan pilar strategy management, functional management, dan job assignment. Yuni menambahkan pada dasarnya program YMP ini dirangkai untuk mengembangkan potensi di tiga bidang, yakni business mastery, personal mastery dan people mastery.

“Business mastery ini tentunya terkait dengan bisnis, yaitu bagaimana mengembangkan bisnis, bagaimana berkompetisi di tengah persaingan yang semakin ketat. Dan untuk bisa menguasai konsep bisnis ini, manajer muda harus memiliki soft competency yang bagus, dan kami akan membekali peserta YMP ini dengan topik-topik yang terkait personal mastery,” papar Yuni.

Yuni juga mengingatkan bahwa para manajer muda ini nantinya akan meng-handle staf atau tim kerja, dan bekal penting yang harus mereka miliki adalah kemampuan untuk menjalankan ‘putting strategy into action’.  “Otomatis mereka harus bisa menerjemahkan strategi bisnis ke dalam tindakan, di mana untuk mewujudkan tindakan itu mereka harus mahir mengelola manusia, dan inilah pentingnya bekal people mastery,” kata Yuni sambil menambahkan bahwa YMP memakan waktu selama kurang lebih 6,5 minggu.

Yuni juga menyebutkan bahwa YMP ini adalah program semacam mini MBA yang metode pembelajarannya tidak hanya di dalam kelas saja, tapi akan diselingi dengan kegiatan lain seperti city-bound. “Dalam kegiatan ini akan ada assigment menarik yang ditujukan untuk merangsang di tiga area kompetensi tadi, dan selain itu akan ada project assigment mulai dari mereka menyusun strategi melalui konsep tertentu seperti bisnis model canvas, dan bagaimana konsep itu dijalankan di lapangan, dan terjemahannya akan dimasukkan ke dalam KPI,” tambah Yuni.

Dalam proses pembentukan assigment, setiap peserta YMP akan mendapatkan bimbingan dari seorang coach, yang tentunya seorang profesional dan ahli manajemen. “Di akhir program para manajer muda ini akan mendapat dua transkrip, pertama terkait dengan knowledge dan kedua observasi kompetensi, di mana selama program berjalan para peserta ini akan diamati dan dilakukan pengukuran untuk melihat bagaimana kompetensi seperti bagaimana leadership-nya, relationship building dan segala sesuatu yang sudah disiapkan di dalam kurikulumnya,” tukas Yuni. (*/@erkoes)

Baca juga: Kiat BCA Menyusun Training Bagi Gen Y

Tags: