Pertumbuhan Berkelanjutan Unilever dengan Winning The People

Performa menawan kembali diperlihatkan oleh perusahaan consumer goods yang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, Unilever. Maurits Lalisang, Presiden Direktur Unilever Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2012, Unilever berhasil meraup profit berkisar 5 triliun rupiah. Tidak hanya itu, perusahaan yang usianya kini hampir mencapai 80 tahun tersebut meraih pertumbuhan bisnis rata-rata 15,4%.

Dalam paparan publik RUPS yang dilaksanakan di Crown Plaza, Selasa (21/5) lalu, diungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis tersebut digawangi oleh beberapa hal, satu di antaranya adalah “winning the people”. Winning  the people tersebut diterjemahkan ke dalam strategi pengelolaan sumber daya manusia mencangkup branding karyawan, pengembangan talent yang beragam dan local, dan implementasikan dengan hati budaya-budaya perusahaan.

“People adalah main asset bagi Unilever. Kami menerjemahkan strategi pengelolaan SDM tersebut menjadi tiga pilar. Yang pertama adalah employee branding, kedua diverse and local talent readiness dan yang terakhir adalah implementasi corporate culture dengan hati oleh karyawan,” demikian diungkapkan Maurits.

Employee branding di Unilever dijabarkan dalam berbagai program di antaranya adalah integrated campuss strategy. Intinya, Unilever berupaya menjadi jembatan antara dunia usaha dengan dunia pendidikan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di berbagai universitas unggulan di Indonesia. Selanjutnya, Unilever juga membuat sebuah program Inspiring Leader di mana pimpinan Unilever Indonesia akan berbagi ilmu kepada mahasiswa. Dan untuk lebih meningkatkan kedekatan dengan mahasiswa, Unilever Indonesia juga membuka program internship sebanyak dua angkatan dalam satu tahun.

Berkaitan dengan pilar yang kedua, Unilever membidik beragam talent lokal dan menyiapkan mereka untuk menjadi global talent.

“Salah satu caranya adalah dengan mengirimkan karyawan untuk bekerja di luar negeri selama 6 bulan sehingga mereka paham kondisi lingkungan kerja global. Unilever Indonesia juga memiliki program pertukaran karyawan antar negara untuk membentuk global talent”, Enny Sampurno, Direktur Human Resources Unilever Indonesia menjelaskan.

Lalu, seiring dengan bertumbuhnya Unilever, apakah jumlah karyawan juga ditambah? Enny memaparkan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan tidak selalu berbanding lurus dengan pertambahan jumlah karyawan. Fokus dari Unilever sendiri tentunya adalah peningkatan produktivitas karyawan. Untuk penambahan karyawan, hal tersebut akan di-review sesuai kebutuhan. Seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun Unilever Indonesia menyelenggarakan Unilever Future Leader Program untuk menyiapkan pemimpin masa depan Unilever Indonesia. (*/@yunitew)

Tags: