Perhatikan Tweet Anda Jika Tidak Ingin Berakhir Seperti Eksekutif Paypal ini

Social media layaknya sebuah pisau bermata dua yang sewaktu-waktu dapat melukai penggunanya. Kali ini, twitter kembali “memakan” korban.

Seorang eksekutif senior sebuah perusahaan pembayaran global dipecat setelah mem-posting tweet yang dianggap tidak pantas. Isi dari tweet yang tidak lagi bisa ditoleransi Paypal tersebut adalah “Cristina Smedley is useless. Piece of sh*t”.

Baca juga: Salah Tweet Perusahaan Bisa Rugi Rp 38 Milyar

Tweet bernada menghina dengan kata-kata kasar tersebut ditujukan kepada seorang manager yang juga bekerja untuk Paypal. Tanpa ragu, Rakesh Agrawal, pemilik akun twitter menyerang secara langsung dengan menyebutkan nama bahwa Cristina hanyalah manager yang tidak berguna.

Menanggapi ocehan karyawan yang baru direkrut Maret lalu tersebut, Paypal menyatakan secara resmi melalui akun twitter-nya bahwa karyawan tersebut telah dipecat.

“Rakesh Agrawal is no longer with the company. Treat everyone with respect. No excuses. Paypal has zero tolerance.”

Pemecatan tersebut dilakukan oleh Paypal karena perusahaan tidak bisa menoleransi perlakuan karyawan yang tidak bisa menaruh hormat kepada karyawan lain, bagaimanapun caranya. Terkait dengan pemecatan tersebut, Mashable, memberitakan bahwa Agrawal memang telah mengundurkan diri sebelum dipecat dari Paypal. Agrawal juga mengaku bahwa tweet tersebut sebenarnya ditujukan sebagai direct message, bukan untuk di-posting di timeline. Dalam hal ini, ia menyalahkan teknologi ponsel android yang belum lama dimilikinya.

Apapun pembelaan dari Agrawal, ia tetap saja dipecat. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi seluruh pemilik akun social media untuk lebih berhati-hati dalam berkicau dalam akunnya. Salah satunya adalah dengan memperhatikan etika dalam berucap melalui media online, juga menghindari tweet yang dirasa membahayakan bagi karir.

Baca juga: 10 Tweet Yang Sebaiknya Dihindari

Tags: ,