Tingkatkan Produktivitas Hingga 200% dengan 3 Pertanyaan Ini

increase-business-productivity

Perubahan bisa terjadi secara otomatis, sedangkan progress tidak demikian. Progress  adalah tentang upaya untuk melakukan perubahan sehingga menjadi lebih dekat dengan target yang kita inginkan. Dengan menggunakan 3 (tiga) pertanyaan berikut , Anda dapat meningkatkan produktivitas Anda hingga 200%.

Bill Carmody, Founder sekaligus CEO dari Trepoint, melalui inc.com, memaparkan pengalamannya ketika dulu ia mencoba untuk memaksimalkan waktu yang dimilikinya dan meningkatkan produktivitasnya. Ia merumuskan 3 (tiga) pertanyaan yang akan membuat produktivitas Anda meningkat tajam.

Baca juga: Buat Meeting Anda Lebih Produktif dengan 5 Cara Berikut

increase-business-productivity

[Source image: productivitycouncil.org.bb]

Berikut adalah pertanyaannya;

1. Apa yang benar-benar Anda inginkan?

Kita juga bisa mengubah pertanyaannya menjadi, “Hasil spesifik seperti apa yang ingin Anda raih?” Sebagian besar orang yang ingin sukses justru masih rancu dengan target yang ingin mereka raih. Oleh sebab itu, kesuksesan menjadi sesuatu yang kabur. Keinginan-keinginan seperti “ingin menjadi orang sukses” atau “ingin menjadi miliarder” adalah sesuatu yang sangat general sehingga jarang sekali dapat dicapai.

Membuat keinginan menjadi sangat spesifik bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menempuh kesuksean dalam hidup. Biasanya, orang-orang memiliki tujuan yang sangat banyak dan tidak terfokus. Hal inilah yang sering menghadang kesuksesan seseorang. Mereka hanya hidup untuk mematuhi to-do list yang sudah dibuat yang bahkan sangat menyimpang dari tujuan utama kesuksesan yang diinginkannya sendiri.

2. Mengapa Anda menginginkannya?

Pertanyaan selanjutnya adalah tentang “why” atau “kenapa.” Konon, pertanyaan ini justru lebih penting dari “Apa” dan “Bagaimana” karena pertanyaan ini akan membawa pada tujuan dari kesuksesan Anda sendiri. Tahukah Anda apa tujuan dari bisnis Anda?

Meluangkan waktu untuk lebih mendalami jawaban dari pertanyaan tersebut membuat Anda menjadi lebih fokus. Pertanyaan ini pada akhirnya juga akan membantu Anda untuk mengeliminasi beberapa aktivitas yang tidak perlu dalam to-do list sehingga Anda terhindar dari jebakan “sibuk” karena terlalu banyak yang harus dikerjakan.

3. Bagaimana Anda akan meraihnya?

Banyak pengusaha pemula yang terjebak dengan jawaban dari pertanyaan ini. Mereka terlebih dahulu mencari cara memperoleh sesuatu tanpa tahu apa alasannya menginginkan hal tersebut. Dengan alasan yang kuat, kita bisa melakukan apapun untuk meraih apa yang kita inginkan.

Ketika Anda membuat sebuah business plan, Anda bersemangat menuliskan tentang bagaimana Anda akan meraih target dari calon bisnis Anda tersebut. Seringkali Anda lupa dua pertanyaan yang seharusnya dipertanyakan lebih dahulu yakni “what” dan “why”.

Baca juga: Waktu Kerja yang Fleksibel Membuat Pekerja Lebih Produktif dan Puas

Simon Sinek, founder dari Sinek Partner dalam TED Talk mengungkapkan, “Orang tidak membeli apa yang kamu jual dalam bisnis kamu, mereka membeli “mengapa” kamu melakukan bisnis itu?”

Pertanyaan tersebut akan membantu kita mengontrol pikiran dan hasil kerja kita. Sebagian besar orang saat ditanya tujuannya dalam satu hari, mereka akan merujuk kepada daftar to-do list yang mereka miliki. Padahal apabila kita berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka kita akan melihat bahwa beberapa hal dari to-do list tersebut adalah aktivitas yang sebetulnya tidak perlu dilakukan.

Pertanyaan-pertanyaan membuat otak Anda berpikir sehingga terbentuklah sebuah pemikiran. Merujuk pada ungkapan Albert Einstein, “Berhati-hatilah dengan pemikiran, karena pemikiran akan menjadi kata-kata. Waspadalah dengan kata-kata, karena kata-kata akan menjadi sebuah tindakan. Berhati-hatilah dengan tindakan, karena tindakan akan berubah menjadi kebiasaan. Sedangkan kebiasaan, lama-kelamaan akan berubah menjadi karakter.” Bijaklah dengan karakter karena suatu saat nanti, karakter Anda akan menjadi takdir hidup Anda. Oleh karena itu, selalu pertanyakan “what”, “why” dan “how” untuk tujuan hidup yang lebih sukses dan bermakna. (*)

Tags: , , , , , , , ,