7 Tips Performance Management Sederhana

Ketika berbicara mengenai performance management, akan terdengar naif jika itu dikaitkan dengan istilah sederhana atau simpel. Bukan berarti tidak bisa, hanya saja jauh lebih penting dari berpikir untuk menyederhanakan performance management, adalah mempraktikkan teori, bukan sekedar berkata-kata atau berdoa. Suatu strategi hanya akan berhasil ketika kita melibatkan kerja keras, program yang terdesain dengan baik, pemimpin yang berketerampilan dan bertanggung jawab untuk mengembangkan talent dan kinerjanya.

Untuk membuat sistem performance management menjadi lebih simpel, hal pertama yang harus dilakukan adalah fokus pada fondasi dasar. Apakah fondasi tersebut? Di antaranya adalah hard work, allignment, knowledge design, implementasi yang hati-hati, pengukuran dan peningkatan yang berkelanjutan. Adanya fondasi tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa program yang direncanakan berjalan sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Setelah fondasi tertanam dengan baik, maka berikut adalah 7 tips yang dapat diimplementasikan untuk membuat performance management menjadi lebih simpel,

1. Tentukan Tujuan Akhir

Kita perlu memastikan goal dari performance kita secara jelas dan intensif. Apakah kita hanya akan mengisi sepanjang tahun dengan program, atau lebih dari itu, meningkatkan kinerja? Hanya dengan menentukan tujuan yang jelas maka hasilnya dapat diukur.

2. Tingkatkan Komunikasi

Performance Management adalah sebuah proses komunikasi, mengomunikasikan ekspektasi kinerja, values, behavior dan reward. Ada satu hal yang sangat penting untuk diingat, yang pertama adalah memprioritaskan hal-hal yang penting dan dengan jelas mengomunikasikan ekspektasi kita akan kinerja mereka.

3. Mulailah dengan hal kecil, dan kemudian bertumbuh

Membangun fondasi yang kuat memang perlu waktu yang panjang, tapi tanpa itu semua, semua program yang kita rencanakan akan kolaps. Jadi, tidak ada salahnya memulai dari hal kecil, misalnya memberikan guidance atau mengajari karyawan, mengevaluasi hasilnya dan pelan-pelan membangun seiring berjalannya waktu.

4. Mengembangkan Skill dari Anggota Team

Performance management adalah proses dua arah, jadi karyawan pun harus terlibat secara aktif dan sebagai pimpinan kita harus memberdayakan mereka. Jika hal itu tidak terjadi, maka proses performance management tidak akan efektif. Lihatlah apa yang menjadi ekspektasi dari karyawan yang aktif dan ajarkan pada mereka bagaimana meraihnya. Mereka akan melihat kita sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab.

5. Tingkatkan skill kepemimpinan

Bagaimanapun juga, seorang performance manager harus memiliki skill untuk memberikan bimbingan dan mengajari anak buahnya ketika mereka memerlukan bantuan. Dari pengalaman, seorang leader akan belajar, baik mengenai cara mengelola talent maupun hal-hal teknis mengenai program yang dicanangkan perusahaan.

6. Melibatkan pemimpin level di atasnya

Dalam sebuah perusahaan , terdapat beberapa level manager yang paling dekat dengan staff adalah line manager atau supervisor. Supervisor ini harus memastikan bahwa manager di level atasnya juga tahu apa yang dilakukan staffnya. Sehingga, kesalahan-kesalahan yang dilakukan bisa diperbaiki bersama dan staff memiliki standar kualitas sesuai kebutuhan.

7. Melakukan pengukuran terhadap Program

Jika kita sudah menetapkan tujuan yang jelas untuk program-program yang ingin kita raih, maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengukurnya. Tujuan akhirnya bukan semata-mata untuk mendapatkan data, tetapi untuk melihat apakah kinerja talent kita bertumbuh atau tidak.

Seorang leader yang baik akan terus melakukan obeservasi, mencari insight dari kolega maupun konsumen, dan terlibat dalam program-program yang dicanangkan perusahaan. Jarang sekali ada kepemimpinan yang berhasil dengan menciptakan program-program yang tidak memerlukan keterlibatan pemimpin.

 

Tags: , ,