60:40, Perbandingan Soft Skill vs Skill Teknis Praktisi HR

PMSM

PMSM

Dalam rangka mempersiapkan diri menyongsong era perdagangan bebas tahun 2015, para praktisi HR akan berkumpul dan membuat standar kompetensi untuk profesi HR, yang rencananya akan dirampungkan pada bulan April mendatang.

Salah satu perwakilan dari Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Yunus Triyonggo telah merangkum berbagai model kompetensi HR dari seluruh dunia. Termasuk dari SHRM, CIPD, dan sebagainya. Yunus menyimpulkan, selain kompetensi-kompetensi teknis seorang praktisi HR juga sangat perlu memiliki soft skills, bahkan untuk soft skill vs hard skill perbandingannya 60-40.

Yunus memaparkan, keempat soft skill yang amat penting untuk dikuasai HR adalah: business acumen, ethics, strategic partnering, dan customer focus.

“Saya lihat di banyak tempat, seperti Hongkong dan South Africa, ethic ditempatkan sebagai soft skill penting yang harus dimiliki oleh HR, saya rasa di Indonesia juga hal ini penting,” tambah Yunus yang juga menjabat Chief of Human Capital PT Sierad Produce Tbk.

Menurut Yunus, Indonesia sebenarnya sudah memiliki SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), namun dari 168 butir pasal yang ada tidak ada butir yang membahas mengenai HR.

“Ada yang cukup dekat, namun itu merupakan hubungan industrial,” ujar Yunus pada acara HR Meet & Talk yang diselenggarakan PMSM hari Kamis (23/1) yang lalu.

Selain Yunus, pembicara lain pada acara tersebut adalah Pambudi Soenarsihanto, Country Human Resource Officer Citibank Indonesia. Dengan bersemangat Pambudi mengingatkan kita untuk menggenapi prediksi McKinsey bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara terkaya ke 7 dunia, mengalahkan Inggris dan Jerman.

Pada saat itu, Pambudi mengingatkan, minimal kompetensi HR kita juga harus sama, berada di urutan ke 7 dunia juga. (*/@aindahf @mei168)

Tags: , ,