Pentingnya Talent Retention di Antam

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), mendapatkan talent geologist yang andal seperti menjadi sebuah pertaruhan. Apalagi di saat para lulusan insinyur fresh graduate, saat ini susah berkelit dengan berbagai tawaran untuk bekerja di luar negeri. Lantas bagaimana Antam menyikapinya?

Perang memperebutkan talent di industri pertambangan saat ini masih gencar terjadi. Selain susah mendapatkan kandidat terbaik di pasar, mempertahankan talent yang ada di perusahaan juga bukanlah urusan mudah untuk menjaganya.

Inilah kondisi yang dihadapi oleh Antam, seperti disampaikan oleh Achmad Ardianto, Human Resources Director Antam di acara The 4th Human Capital National Conference, 2011 di Kampus PPM Manajemen, Rabu (30/11/2011), kemarin.

Ardianto menegaskan, poin menenerapkan human capital retention kini menjadi sesuatu penting untuk segera dilakukan. “Ini menjadi lebih berarti sejak kami menerapkan implementasi human capital di Antam, di mana karyawan kita treat sebagai modal,” imbuhnya sambil menambahkan strategi retention menjadi concern dan employee engagement sebagai targetnya.

Employee engagement index, lanjut Ardianto, menjadi cerminan dari suskes tidaknya strategi retention yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Ardianto lantas menyitir data dari JP Subandono, salah satu doktor dari Universitas Indonesia yang menyebutkan ada beberapa positif kontributor yang mempengaruhi engagement, yakni, pertama rasa bangga (pride), kedua rasa aman (security), ketiga nilai kerja (work value), dan keempat adalah kepercayaan (trust/reputation).

Berangkat dari kontributor apa saja yang mempengaruhi engagement karyawan inilah, masih menurut Ardianto, tahun lalu pihaknya telah melakukan survei employee engagement. “Hasilnya ada enam faktor utama yang berpengaruh positif terhadap engagement karyawan, yaitu masing-masing adalah, job design, job resources, reputation, career, relationship with managers, dan terakhir adalah terkait dengan compensation,” katanya.

Ardianto juga merinci dari employee engagement index di tahun 2010 tersebut, karyawan Antam terbagi ke dalam empat kategori. Yakni, not engaged (5%), neutral (13%), engaged (53%), dan yang highly engaged (30%). Dari data ini, imbuh Ardianto, untuk kategori engaged, karyawan Antam justru lebih tinggi dibanding perusahaan pertambangan di Amerika Serikat. “Sedangkan yang cukup mengejutkan, di kategori highly engaged, karyawan kami ternyata tertinggi di wilayah Asia, serta lebih tinggi sedikit jika dibanding dengan perusahaan tambang di East maupun West Europe,” tuturnya dengan bangga.

Menjawab apa rahasia employee engagement index di Antam cukup memuaskan ini, Ardianto berbagi kiat. Ia menyebut ada dua hal besar terkait dengan human capital retention strategy di Antam. “Pertama, kami memperkuat program pengembangan human capital meliputi adanya career opportunity, membuka international explosure di mana kami akan membangun pabrik-pabrik di luar negeri, serta memperkuat training-training dan lain sebagainya. Sedangkan strategi kedua adalah mendesain sistem remunerasi yang kreatif dengan mempertimbangan pay, benefit, dan culture,” tukasnya. (rudi@portalhr.com)

Tags: , ,