Pentingnya Libur Bagi Pekerja

Tahukah Anda? Pekerja di Austria memiliki 13 hari libur nasional dan 22 hari jatah untuk cuti. Hal ini cukup kontras dengan nasib para pekerja di Amerika. Perusahaan di Amerika tidak memberikan bayaran bagi mereka yang cuti. Bahkan satu di antara empat pekerja tidak dibayar sama sekali untuk cuti mereka.

Meskipun begitu, perusahaan besar seperti Virgin dan Netflix, ternyata memiliki kebijakan unlimited holiday policies untuk para pekerjanya. Padahal ternyata tidak semua pekerja memanfaatkan jatah cuti yang diberikan oleh perusahaan.

Pekerja di Amerika, rata-rata hanya mempergunakan 10 hari dari 14 hari jatah cuti mereka. Pekerja di Jepang dan Korea bahkan lebih parah. Hanya 7 hari yang dimanfaatkan para pekerja di Jepang dari 18 hari jatah cuti mereka dan hanya 7 hari yang dimanfaatkan pekerja di Korea dari 10 hari yang diberikan untuk cuti.

Baca juga: Pemotongan hak cuti tahunan

 

Para pekerja di Eropa sebenarnya memiliki jatah cuti yang lebih banyak, namun hanya 77% yang dimanfaatkan, bahkan sebagian besar dari mereka masih mengerjakan pekerjaan kantor ketika cuti. Ini diungkapkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Glassdoor. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam kehidupan pekerjaan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hay Group, ditemukan bahwa perusahaan yang memiliki keseimbangan dalam budaya kerjanya, hanya 17% yang kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sebenarnya peduli dengan keseimbangan budaya kerja pekerja. Namun pekerja tidak merasakan hal yang sama. Sehingga diharapkan perusahaan dapat lebih memotivasi pekerja mereka untuk lebih menyeimbangkan kehidupan pekerjaan mereka.

Menurut Ben Hubbard, selaku Head of Engagement Hay Group Europe, terdapat beberapa tips sederhana untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan para pekerja untuk meningkatkan well-being mereka, yakni:

– Menilai apakah sistem reward yang diberikan perusahaan memberi pekerja pilihan dan fleksibilitas yang cukup

– Mendukung pola kerja yang fleksibel, sehingga pekerja tetap memiliki kewajiban dan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan mereka

– Mengenalkan kebijakan kesehatan dan kesejahteraan pekerja yang mendukung para pekerja untuk memiliki gaya hidup yang lebih sehat

– Mendukung pekerja untuk mengambil jatah libur mereka tanpa memaksa mereka untuk tetap mengecek email

– Melakukan survey kecil-kecilan secara teratur untuk melihat permasalahan apa yang sedang dialami para pekerja

Baca juga: Karyawan belum berhak cuti, bolehkah hutang cuti?

Tags: ,