Yuk Belajar Bahasa Gaul ala Zappos

lobbylibrary

Apakah kantor Anda memiliki ‘bahasa gaul’ tersendiri? Jika jawabannya tidak, mungkin Anda bisa mencontoh dari Zappos. Menurut CEO Zappos Tony Hsieh, Zappos telah mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah dalam bahasa yang dipergunakan.

lobbylibrary

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan dalam Newser, Zappos telah mengadopsi banyak ‘bahasa gaul.’ Contohnya, Anda bukan menyelesaikan masalah (you don’t resolve conflicts), namun merasakan ketegangan (you sense a tension). Selain itu manager juga diberikan nama yang berbeda dan disebut dengan, ‘lead links.’ Kata ‘bekerja (job)’ juga digantikan dengan kata ‘peran (roles).’

Menariknya, Hsieh menyapa para pekerjanya dengan panggilan ‘Zapponians.’ Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan restrukturasi pada sistem manajemen. Sehingga perusahaan lebih terlihat sebagai suatu kota dibandingkan organisasi birokrasi. Selain itu hal ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan produktivitas para pekerjanya dalam jangka waktu yang panjang.

Masih ada hal unik lainnya yang dilakukan Hsieh. Untuk mendapatkan kenaikan gaji, setiap pekerja harus mengumpulkan mata uang yang disebut, ‘People Points.’ Semua pekerja di Zappos memiliki 100 People Points yang dapat terus bertambah. Pertambahan poin ini dihitung berdasarkan seberapa lama mereka menghabiskan waktu dalam menjalankan peran mereka.

Bagi mereka yang tidak menampilkan performa kerja yang baik, mereka dilarang untuk ke ‘pantai (the beach).’ Artinya pekerja tersebut tidak memiliki peran di perusahaan. Seperti yang dikutip dari berita di Newser, hal ini biasanya terjadi ketika seorang manager tidak menyukai si  pekerja atau ia merasa si pekerja tidak cocok dengan perannya.

Semua hal tersebut dilakukan Hsieh dengan tujuan untuk membentuk self-actualising dan self-organizing para pekerjanya. Menurutnya, kehidupan seseorang tidak akan pernah jauh-jauh dari pekerjaan yang dilakukannya. (*)