Survey: 95% Pekerja Butuh Privacy

Privacy adalah suatu hal yang universal dan sifatnya adalah kebutuhan dasar. Pada masa kini ruang kerja mulai diperbanyak dan diperbesar, hal ini dilakukan perusahaan agar dapat merekrut karyawan baru yang lebih banyak.  Namun nyatanya, banyak pekerja yang merasa tidak memiliki privacy ketika di kantor karena ruang kerja mereka dirasa terlalu terbuka.

Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap 10.000 orang pekerja dari 14 negara yang berbeda, IPSOS menemukan bahwa hampir 85% responden merasa tidak puas dengan lingkungan kerja mereka dan tidak mampu berkonsentrasi penuh saat bekerja. Bahkan 31% responden mengakui bahwa mereka harus meninggalkan kantor untuk menyelesaikan kerjaan mereka dengan maksimal.

Hampir 7 dari 10 responden bekerja di ruang kerja yang terbuka atau dalam ruangan kombinasi individu dan ruang kerja terbuka. Rata-rata mereka kehilangan konsentrasi mereka 86 menit sekali setiap harinya karena terganggu dengan gangguan dari lingkungannya. Hampir seluruh responden (95%) menyatakan bahwa bekerja dengan memiliki privacy adalah hal yang penting, namun hanya 4 dari 10 orang yang mendapatkan kesempatan tersebut.

Baca juga: Mengganggu konsentrasi kerja orang lain masalah besar di kantor

Survey ini juga menemukan hubungan antara kepuasan karyawan dengan lingkungan kerja mereka dan tingkat engagement mereka. Pekerja yang lebih engage merasa puas dengan lingkungan kerja mereka, dan mereka yang tidak puas adalah mereka yang kurang engage dengan pekerjaan mereka. Mereka yang puas dan merasa engage menyatakan bahwa lingkungan kerja mereka dapat membuat mereka berkonsentrasi dengan mudah, bekerja dalam tim tanpa merasa terganggu dan dapat memilih untuk bekerja di mana dalam kantor. Mereka lebih rileks, tenang dan memiliki sense of belonging yang lebih kuat.

“Masyarakat tidak hanya sekedar mengharapkan privacy dalam kehidupan pribadi mereka, namun juga dalam pekerjaan mereka di kantor,” ungkap Bostjan Ljubic, selaku Vice President of Office Furniture Manufacture, Steelcase. “Bagi para pekerja, agar mereka dapat bekerja sama dengan rekan kerja lebih efektif mereka membutuhkan ‘me time’ lebih banyak daripada ‘we time.’”

“Ruang kerja yang dibangun pada masa kini diciptakan agar para pekerja dapat bekerja bersama dengan baik. Hal ini memang terlihat sangat sukses besar, namun dampak buruknya adalah terlalu banyak interaksi akan mengurangi kepemilikan privacy. Kurangnya privacy bagi pekerja dapat menurunkan kreatifitas, produktifitas, engagement dan wellbeing mereka,” tambah Ljubic.

Dikarenakan hal ini, bukan berarti ruang kerja kantor Anda harus dirombak ulang, namun dibutuhkan keseimbangan antara privacy dan kolaborasi, dengan ekosistem ruang yang berbeda sehingga pekerja dapat memiliki tingkatan privacy yang mereka butuhkan. “Apa yang orang-orang cari saat ini adalah pilihan dan kontrol atas ruang kerja mereka. Artinya mereka perlu memikirkan ulang sebenarnya privacy seperti apa yang mereka butuhkan dalam lingkungan kerja dan bagaimana mereka dapat menciptakan privacy mereka sendiri,” tutup Ljubic.

Baca juga: Kantor nyaman bukan jaminan produktivitas tinggi