Kantor yang ‘Keren,’ Perlukah?

Pada masa kini adanya meja bilyar ataupun ruang tidur di kantor sepertinya bukan lagi hal yang aneh. Fasilitas tersebut diberikan perusahaan dengan harapan akan lebih meningkatkan performa kerja dan menarik para pelamar. Namun apakah hal tersebut benar-benar efektif?

Menurut Linzi Cassels, selaku Design Director dari Pringle Brandon Perkins+Will, firma desain dan arsitektur, ‘Google effect’ memberikan dampak yang sangat besar. “Banyak klien yang mulai bertanya-tanya apakah hal tersebut perlu dilakukan atau tidak. Apakah mereka memerlukan hal tersebut ataukah tidak,” ujar Cassels.

Cassels mengungkapkan bahwa ia melihat adanya mushrooming effect, dimana industri keuangan sedang berusaha menarik perhatian talent yang ingin masuk ke dalam industri teknologi. “Jadi jika perusahaan teknologi menawarkan kantor yang ‘keren’ untuk menarik talent, maka bank pun akan melakukan hal yang sama,” tambah Cassels.

Baca juga: Warna-warna yang dapat Meningkatkan Produktivitas

Kantor yang ‘keren’ mungkin akan menarik perhatian para pencari kerja. Namun perlu diingat bahwa lingkungan kerja harus merepresentasikan budaya organisasi itu sendiri. “Jika Anda memiliki lapangan badminton dalam lingkungan kerja yang totalitarian, maka hal tersebut tidak akan memberikan dampak apa-apa,” jelas Nav Dhunay, selaku President dan CEO dari PumpWELL. PumpWELL mulai mengubah desain kantor mereka sejak tahun 2012. “Industri gas dan perminyakan mulai booming pada saat itu dan mencari talent yang terbaik adalah tantangan bagi kami. Semula kami terfokus pada financial reward namun kami melihat hal lain, yakni dengan membuat budaya perusahaan lebih atraktif,” jelas Dhunay. Dhunay menyadari bahwa kantornya terlalu tradisional dan tidak dapat memberikan inspirasi bagi para pekerjanya. Maka mereka memutuskan untuk melakukan make over pada kantornya. Meskipun investasi yang dilakukan tidaklah murah, namun hasilnya sangat luar biasa. “Pekerja kami lebih bahagia dan hal tersebut menular pada klien kami,” ungkap Dhunay.

Ternyata keberadaan area olahraga ataupun bermain bagi para pekerja dapat memberikan dampak yang positif bagi kesehatan dan produktivitas pekerja. Hal ini diungkapkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr Emmanuel Tsekleves, selaku dosen senior design interactions di Lancaster University. “Rekreasi merupakan hal yang dibutuhkan di tempat kerja. Pekerja akan lebih bersemangat, pikiran mereka pun akan lebih mudah aktif dan terstimulasi. Hal ini kemudian akan berpengaruh pada produktivitas,” ungkap Tsekleves.

Ruang kerja dengan cahaya matahari dan udara segar akan membuat pekerja lebih siaga dan engaged. Dinding dengan cat berwarna biru ataupun hijau akan lebih membuat pekerja rileks, sedangkan warna merah ataupun kuning dapat membuat lebih bersemangat. “Jika ditambah dengan adanya meja ping pong ataupun ruang santai, suasana tersebut bisa membuat pekerja untuk berprinsip work hard play hard,” ungkap Andrei Pantelimon, selaku CEO Thomsons Online Benefits.

Para pionir kantor yang memulai konsep tersebut, yakni Google dan Facebook, memang menganut budaya organisasi yang seperti itu. Namun bukan berarti Anda tidak bisa mencobanya di kantor Anda. Mengganti warna dinding mungkin bisa membuat pekerja Anda lebih engaged dari sebelumnya.

Baca juga: 3 Mitos tentang open office yang perlu anda ketahui

Tags: