Inilah Jurus EVP, Resep Perusahaan Agar Digemari Pencari Kerja Unggulan

employee-value-preposition

Perusahaan mana yang tidak ingin mendapatkan talent terbaik. Di Indonesia sendiri, jumlah talent usia produktif memang melimpah, akan tetapi talent yang hebat tidaklah mudah untuk didapat. Mereka adalah orang-orang yang mencari “value” ketika memilih untuk memutuskan bekerja di sebuah perusahaan. Lalu, upaya apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menarik perhatian para kandidat unggulan tersebut?

employee-value-preposition

Salah satunya adalah dengan mengadopsi konsep employer branding dan EVP (Employee Value Preposition). Employer branding ini layaknya citra produk dalam sebuah merek. Hanya saja, citra perusahaan yang satu ini lebih kepada kebanggan seorang karyawan bekerja di sebuah perusahaan.

Lantas, siapakah yang berperan penting dalam menciptakan brand ini?

Semua warga perusahaan dan terutama Departemen Human Capital (HC). Branding ini sangat erat kaitannya dengan EVP. Keduanya berfungsi untuk menciptakan rasa bangga dan kenyamanan bagi karyawan untuk bekerja di perusahaan. EVP sendiri berisi kebijakan maupun benefit yang dapat membuat karyawan merasa termotivasi ketika bekerja.

Dalam sebuah seminar bertajuk “Membangun Employer Branding untuk Keberlangsungan Organisasi”, Eva Hotnaidah, Direktur Program Sarjana PPM School of Management menjelaskan bahwa di kota besar seperti Jakarta ini, setidaknya ada 4 (empat) hal yang menjadikan sebuah perusahaan menarik di mata pencari kerja. Keempat hal ini antara lain, benefit, berupa tunjangan kesehatan dan kecelakaan kerja, peluang promosi, fleksibilitas kerja dan yang terakhir adalah lokasi kerja.

Meskipun begitu, berdasarkan penelitian yang ia lakukan, setiap bidang industry memiliki karakteristik EVP yang berbeda-beda. Misalnya saja karyawan yang bekerja di rumah sakit, bagi mereka, EVP adalah  kebanggaan karena bisa menyembuhkan orang banyak.

Dalam seminar yang sama, hadir pula Tito Dipokusumo, Head of Sales Academy Indosat Ooredoo, yang pada kesempatan tersebut membeberkan upaya Indosat membangun employer branding-nya. Ia mengungkapkan bahwa demi mendapatkan talent unggulan, baik itu mempertahankan yang sudah ada ataupun menjaring yang masih di bursa tenaga kerja.

Beberapa upaya yang telah dilakukan di antaranya, menjadikan karyawannya sebagai story-teller atau pencerita melalui media sosial mereka. Selain itu, Indosat juga melakukan branding dengan mendatangi kampus-kampus untuk memperkenalkan program-program unggulan perusahaan. Tak hanya itu, Indosat juga memiliki collaborative corner, tempat kerja yang berkonsep open space dan bekerja dengan menggunakan pakaian kasual.

Tujuannya tentunya bukan hanya selugas memudahkah karyawan dalam berpakaian atau bekerja, tetapi lebih pada perubahan mindset agar karyawan berpikiran sederhana tetapi tetap inovatif. Selanjutnya, Indosat juga menawarkan paket-paket khusus yang bisa dipilih sendiri oleh karyawan ketika akan outbond.

Mereka menyebutnya design thinking. Tak lagi outbond berjalan mainstream dengan menginap di sebuah resort kemudian ada pelatihan. Outbond bagi Indosat adalah menginap di rumah-rumah warga kemudian mencari solusi untuk problem yang berkembang di masyarakat tersebut. (*)